JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat Timur Tengah, Musthafa Abdul Rahman menyoroti potensi terjadinya krisis global akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 lalu.
Musthafa menyatakan, jika tidak ada insiiatif segera untuk mengakhiri perang, dampaknya dapat semakin meluas dan memicu krisis global.
Pasalnya, perang di Iran disebut dapat menghambat pasokan energi ke berbagai negara di dunia.
Menurut Musthafa, krisis juga akan berdampak ke negara-negara sekutu AS di Eropa.
Terlebih lagi, negara-negara Eropa disebut mengalihakan impor gas alam dari Rusia ke Timur Tengah sejak perang di Ukraina.
Baca Juga: Erdogan Kecewa Rudal Iran Balistik Ditembakkan ke Arah Turki: Jangan Sampai Merusak Persahabatan
Perang di Iran dilaporkan membuat produksi dan distribusi energi dari Timur Tengah terhambat akibat serangan militer dan penutupan Selat Hormuz.
Harga minyak dunia pun dilaporkan melambung hingga melebihi 100 dolar AS per barel.
"Krisis global itu sebagai tekanan terhadap Trump untuk mempercepat mengakhiri perang ini. Karena kaau ini terjadi, Trup itu akan mendapat tekanan dari pemimpin-pemimpin dunia," kata Musthafa Abdul Rahman dalam siaran KompasTV, Selasa (10/3).
"Dari pemimpin Eropa, kemudian dari Jepang, Korea Selatan, yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas alam dari Timur Tengah," imbuhnya.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- krisis global
- pengamat timur tengah
- donald trump
- dampak perang iran





