CNBC Indonesia - Indonesia akan membeli sistem rudal jelajah supersonik India, BrahMos. Hal ini dilaporkan Reuters, dikutip Selasa (10/3/2026), dikatakan juru bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait.
"Pengadaan sistem rudal BrahMos ini untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan Indonesia, terutama dalam melindungi wilayah maritim," kata Sirait kepada laman itu.
"Kesepakatan ini bagian dari modernisasi alutsista dan kapabilitas pertahanan, khususnya sektor maritim," tambahnya.
BrahMos sendiri, merupakan perusahaannya patungan India dan Rusia di 2023, yang berpusat di New Delhi. Sistem rudalnya tersedia dalam versi berbasis darat, udara, kapal, dan kapal selam.
Dikatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan "bagian dari modernisasi perangkat keras militer dan kemampuan pertahanan, terutama di sektor maritim". Di mana sistem baru ini juga diharapkan dapat "meningkatkan kemampuan pencegahan dalam menjaga kedaulatan nasional".
Dilaporkan bahwa diskusi awal antara India dan Indonesia terkait BrahMos dilaporkan bernilai antara US$200 juta hingga US$350 juta (Rp 3-5,25 triliun). Namun laman South China Morning Post (SCMP) pada Desember tahun lalu sempat menyebut harga US$450 juta.
Sebelumnya, BrahMos juga dibeli Filipina, pada tahun 2022. Manila telah memesan sistem rudal anti-kapal berbasis darat BrahMos dengan harga hampir US$375 juta pada tahun 2022.
Sayangnya hingga berita diturunkan Kementerian Pertahanan India tidak segera menanggapi permintaan komentar. Hal sama juga dilakukan BrahMos.
(sef/sef) Add as a preferred
source on Google



