Potret Terminal Purabaya: Integrasi Arus Penumpang Masih Jadi PR

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Terminal Purabaya atau yang dikenal Bungurasih selama ini menjadi andalan bagi masyarakat Jawa Timur untuk bepergian ke berbagai daerah.

Sebagai terminal tipe kelas A yang dikelola Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur II, Terminal Purabaya semestinya didukung fasilitas lengkap dan memadai.

Pantauan suarasurabaya.net, saat memasuki lobby kedatangan disambut dengan puluhan kios pedagang dan sejumlah loket pembelian karcis bus khususnya untuk perjalanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) milik perusahaan bus bukan dari BPTD Jatim II.

Sementara itu Dedy salah satu calon penumpang bus di Bungurasih mengatakan, selama ini ia membeli karcis untuk perjalanan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) langsung dari dalam bus.

“Kalau membayar karcis bus setahu saya selama ini adanya di dalam bus yang AKDP,” ungkapnya.

Kemudian sebagai terminal tipe A, integrasi arus penumpang masih menjadi sorotan bagi Purabaya. Terutama untuk menarik penumpang supaya naik bus dari dalam terminal.

Sebab selama ini, masih kerap dijumpai calon penumpang yang menunggu naik bus di luar area terminal. Hal tersebut kemudian memicu terjadinya penumpukan bus di jalan raya atau dikenal dengan istilah ngetem.

Maraknya bus yang masih ngetem di jalan raya sangat berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di kawasan Terminal Purabaya.

Dedy sendiri mengaku beberapa kali menunggu bus di luar area terminal. Alasannya karena supaya lebih cepat dan tidak perlu mengakses area dalam terminal.

“Kalau naik ojek online biasanya turun di luar, biar lebih cepat dan gak perlu masuk ke dalam,” ujarnya.

Sementara itu pantauan di area lobby ruang tunggu terlihat ada sejumlah fasilitas. Mulai dari area pusat informasi dan layanan pengaduan, papan informasi tarif dalam kota, audio informasi hingga tempat charging station untuk mengisi daya HP.

Di area ruang tunggu tersebut juga disediakan tempat duduk bagi calon penumpang. Kemudian ceiling ruangan ruanggannya cukup tinggi untuk membantu sirkulasi udara.

Terdapat tigas kipas besar di atas ceiling ruangan dan belasan kipas kecil di dekat bangku ruang tunggu. Namun tidak ditemukan fasilitas AC di ruang tunggu tersebut.

Selanjutnya, fasilitas dasar seperti toilet di dalam terminal hanya tersedia di sisi kiri lantai satu dan dua. Sementara toilet sisi kanan dari kedua lantai terlihat tidak bisa dibuka dan sedang dalam perbaikan.

Kemudian terkait alur penumpang untuk menuju ke bus, harus naik ke lantai dua lebih dulu menggunakan eskalator kemudian menuju lorong yang mengarah jalur lane.

Di Terminal Purabaya terdapat 16 jalur lane yang mengarah ke bus dengan tujuan kota masing-masing.

Saat melewati lorong lantai dua tersebut nantinya akan ada banyak kondektur yang menanyakan tujuan untuk kemudian diarahkan ke jalur lane bus.

Saat melewati lorong tersebut biasanya ada yang menawari karcis dan langsung diminta membayar di tempat. Dedy seorang penumpang menyarankan supaya lebih baik membeli karcis dari dalam bus sesuai jalur lane.

“Karena biasanya kalau beli di lorong sebelum turun ke jalur lane itu calo, harganya bisa lebih mahal,” ucapnya.

Sesudah melewati lorong tersebut, calon penumpang harus melewati tangga yang cukup curam untuk menuju ke jalur bus.

Kondisi fasilitas tangga tersebut tentu menjadi pertimbangan bagi calon penumpang apabila ingin naik bus dari dalam terminal. Namun nilai plusnya, penumpang bisa dapat tempat duduk lebih dulu.

“Kalau naik dari dalam terminal enaknya bisa dapat tempat duduk duluan, untuk tangganya menang curam tapi aman aja, tapi kalau pakai eskalator lebih enak,” katanya.

Penataan arus penumpang ini juga menjadi perhatian bagi pihak pengelola terminal, Verie Sugiharto Pelaksana Harian (Plh) Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purabaya menyatakan, pihaknya tengah merancang solusi jangka panjang terkait hal tersebut.

Berbagai pembenahan akan dilakukan, mulai dari integrasi moda transportasi hingga peningkatan fasilitas di dalam terminal.

Verie menyatakan, pemerintah akan berencana membangun Skybridge yang menghubungkan Stasiun Waru langsung ke lantai 2 Terminal Purabaya.

“Kami akan berupaya menarik penumpang ke ruang tunggu resmi,” ungkapnya, Senin (9/3/2026).

Selain itu pengelola terminal juga sedang mengajukan anggaran ke Kementerian Perhubungan untuk melakukan normalisasi saluran guna mengurangi banjir.

“Mudah-mudahan ada dana yang dikirim untuk normalisasi saluran. Masih proses, mudah-mudahan disetujui,” jelasnya.

Modernisasi sistem informasi juga tidak luput dalam pembenahan terminal. Verie menyebut akan segera memasang videotron serta papan petunjuk berbasis digital untuk memudahkan masyarajat mendapatkan informasi di area terminal.

Selain itu, zona loket terpusat akan dibangun di bawah kantor terminal. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir praktik percaloan tiket yang masih kerap terjadi di area terminal.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, pihak terminal berharap pelayanan kepada pemudik dapat semakin optimal serta menciptakan lingkungan terminal yang lebih tertib dan nyaman.

“Loketnya akan ditaruh di depan, akan dibangun zona loket untuk semua PO. Petugas informasinya akan ditambah lagi, termasuk peng-AC-an di ruang tunggu,” katanya.(wld/lta/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemko Lhokseumawe salurkan bantuan jadup bagi 1.301 KK mulai 10 Maret
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Transjabodetabek Blok M-Soetta Diresmikan 12 Maret, Tarif Rp3.500 Berlaku Hanya sampai Lebaran
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejagung geledah gedung Ombudsman RI terkait perkara minyak goreng
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Pria di Cilincing Ditembak Usai Beli Nasi Goreng, Diduga Dipicu Utang Ganja Rp 800 Ribu
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Profil Bahtiar Baharuddin, Mantan Pj Gubernur Sulsel yang Terseret Dugaan Korupsi Nanas Rp60 Miliar
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.