Kepala Daerah Beruntun Kena OTT dari Wali Kota Madiun hingga Bupati Pekalongan, Ini Respons Puan

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Berturut-turut dalam waktu berdekatan, satu persatu kepala daerah tertangkap tangan atau OTT KPK.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut pemerintah dan DPR RI harus melakukan evaluasi usai banyaknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Menurut Puan, evaluasi dapat dilakukan terkait biaya politik, pendidikan kepala daerah, hingga pengawasannya.

"Kita harus sama-sama evaluasi antara DPR dengan pemerintah terkait dengan hal tersebut. Apakah kemudian mungkin biaya politik terlalu mahal," kata Puan di Kompleks Parlemen, Selasa, 10 Maret 2026.

BACA JUGA:Peringati Nuzulul Quran, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Al-Quran dalam Kehidupan

Politikus PDIP ini juga menekankan pentingnya memberikan pendidikan akuntabilitas kepada seluruh kepala daerah agar kasus serupa tak terulang kembali.

"Bagaimana memberikan kesadaran kepada seluruh kepala daerah bahwa ya akuntabilitas itu penting bukan hanya untuk pengawasan akuntabilitas tapi bagaimana kesadaran untuk sama-sama saling menjaga. Jadi memang harus evaluasi ke semua lini terkait dengan hal tersebut," imbuhnya.

BACA JUGA:Gus Ipul Terima Audiensi Bupati dan PCNU Pasuruan, Siap Mutakhirkan DTSEN

Sebagai informasi, belum lama ini, KPK menangkap 2 orang bupati dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Pertama, di Semarang, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya pada Selasa, 3 Maret 2026 dini hari terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan.

BACA JUGA:Lirik Lagu Cik Cik Bum Bum, Dipopulerkan Fadia Arafiq Bupati Pekalongan yang Kena OTT KPK

Terbaru, KPK menangkap bupati Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupati Rejang Lebong Fikri pada Senin, 9 Maret 2026 malam terkait kasus dugaan suap proyek.

Selain bupati, KPK menangkap Wali Kota Madiun, Maidi, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 19 Januari 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penerima Jadup di Taput Disorot, Data Dituding Tak Tepat Sasaran dan Diduga Direkayasa
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
PLN Maros Lakukan Pemeliharaan Jaringan, 250 Pelanggan Terdampak Pemadaman Sementara
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Polda Metro Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis di Kantor Polisi Selama Mudik
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Tiga Pilar Persib Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Beckham Putra: Timnas adalah Bonus
• 1 jam lalubola.com
thumb
Kinerja 2025 TBS Energi Utama: Pendapatan Limbah Naik, Eksposur Batu Bara Turun
• 18 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.