PT TBS Energi Utama Tbk (BEI: TOBA) mengumumkan laporan keuangan tahun buku 2025 yang mencerminkan langkah strategis perusahaan dalam mengubah komposisi bisnis menuju sektor yang lebih berkelanjutan dan berorientasi internasional.
Sepanjang 2025, perusahaan melakukan penataan ulang portofolio melalui strategi strategic repositioning untuk memperkuat fondasi keuangan dan meningkatkan ketahanan bisnis. Langkah ini dilakukan untuk mengarahkan portofolio ke sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan pendapatan lebih stabil serta valuasi jangka panjang yang lebih tinggi.
Secara operasional, perusahaan masih mencatatkan kinerja positif dengan EBITDA disesuaikan sebesar US$47,2 juta. Posisi kas juga meningkat menjadi US$102,3 juta, naik 15% dibandingkan 2024.
Baca juga : Ramadan Jadi Momentum Media dan Pelaku Industri Energi Perkuat Komunikasi
Di sisi ekspansi bisnis, perusahaan menyelesaikan akuisisi Sembcorp Environment yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment. Akuisisi ini memperkuat posisi perusahaan dalam pengelolaan limbah di Singapura sekaligus menambah kapasitas aset untuk mendorong pertumbuhan pendapatan jangka panjang.
Pada 2025, segmen pengelolaan limbah menyumbang pendapatan sebesar US$155,4 juta atau sekitar 41% dari total pendapatan perusahaan. Kontribusi ini meningkat seiring strategi diversifikasi bisnis yang juga bertujuan mengurangi paparan terhadap fluktuasi harga batu bara global.
Sementara itu, segmen pertambangan dan perdagangan batu bara mencatat pendapatan US$194,6 juta atau sekitar 51% dari total pendapatan. Proporsi tersebut turun dibandingkan kontribusi 81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga : TBS Energi Dorong Inovasi Pengelolaan Limbah
Penurunan kontribusi batu bara mencerminkan arah strategis perusahaan untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan pada komoditas tersebut dan memperluas portofolio bisnis berkelanjutan.
Meski masih mencatat EBITDA positif, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar US$162 juta pada 2025. Kerugian ini dipengaruhi oleh penurunan harga batu bara global serta kerugian non-kas yang tidak berulang dari divestasi aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebesar US$97 juta. Manajemen menilai rugi akuntansi tersebut merupakan bagian dari proses transisi bisnis menuju portofolio yang diharapkan menghasilkan arus kas lebih stabil di masa depan.
Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, mengatakan tahun 2025 menjadi fase penting dalam transformasi bisnis perusahaan.
"Setelah strategic repositioning pada fondasi bisnis kami di 2025, kami antusias menyambut tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya. Keputusan penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang, guna mengakselerasi pertumbuhan pada tiga pilar bisnis masa depan Perseroan, yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik, yang merupakan layanan esensial dengan potensi pertumbuhan yang kuat di Indonesia dan mancanegara," ujarnya.
Menurut perusahaan, diversifikasi bisnis dinilai penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang dapat memengaruhi pasar energi global.
"Strategi bisnis kami saat ini memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk tetap tumbuh, di mana sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik justru menjadi peluang krusial bagi ketahanan energi nasional. Melalui inovasi seperti skema rent-to-own pada ekosistem motor listrik Electrum, TBS tidak hanya memitigasi dampak fluktuasi harga minyak bagi para pekerja sektor informal, tetapi juga memperkokoh fondasi bisnis hijau untuk memastikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang," paparnya.
Perusahaan juga melaporkan kemajuan dalam peta jalan keberlanjutan TBS2030. Salah satunya melalui divestasi dua unit PLTU yang sebelumnya menyumbang sekitar 86% emisi portofolio pembangkit atau sekitar 1,4 juta ton CO2 per tahun berdasarkan profil emisi 2024.
Selain itu, pada November 2025 perusahaan meluncurkan Climate Transition Plan (CTP) yang menjadi panduan dekarbonisasi operasional dan portofolio bisnis. Langkah tersebut menjadi bagian dari target perusahaan untuk mencapai netral karbon pada 2030 dalam kerangka visi Towards a Better Society. (Put/E-1)





