PLN Indonesia Power (PLN IP) mencatat kinerja positif dalam agenda transisi energi nasional dengan memproduksi energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 GWh sepanjang 2025, meningkat 16 persen dibandingkan 2024. Capaian ini diperoleh melalui optimalisasi implementasi program co-firing biomassa pada seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola perusahaan.
Produksi energi bersih tersebut dihasilkan dari pemanfaatan 1.140.253 ton biomassa yang berasal dari berbagai limbah pertanian dan industri. Bahan baku biomassa yang digunakan antara lain serbuk kayu (sawdust), cangkang sawit, pellet tandan kosong, sekam padi, woodchip, wood pellet, bonggol jagung, limbah racik uang kertas, hingga bahan bakar jumputan padat.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan pemanfaatan limbah ini sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular, dengan mengonversi limbah menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Produksi energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 GWh ini merupakan bukti komitmen PLN Indonesia Power dalam mengakselerasi bauran energi hijau, sekaligus memastikan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga," katanya dalam keterangan, Selasa (10/3).
Implementasi co-firing tersebut juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Hingga akhir 2025, PLN IP berhasil menekan emisi sebesar 1.259.696 ton CO₂ avoided, atau meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bagian dari dukungan terhadap target penurunan emisi nasional dan peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Implementasi co-firing kami jalankan secara prudent, bertahap, dan berbasis manajemen risiko, sehingga proses dekarbonisasi tidak mengganggu stabilitas pasokan listrik nasional," terangnya.
Pemanfaatan biomassa tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui penguatan rantai pasok domestik serta pemberdayaan sektor pertanian dan industri pengolahan limbah.
Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus meningkatkan skala dan kualitas implementasi co-firing biomassa sebagai bagian dari roadmap transisi energi perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan target EBT nasional serta aspirasi dekarbonisasi jangka panjang.





