Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menegaskan pentingnya menjaga ketahanan fiskal negara agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap mampu melindungi daya beli serta kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani saat memberikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-15 masa persidangan IV tahun sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Dalam pidatonya, Puan menyoroti bahwa konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai dapat berdampak pada berbagai sektor ekonomi.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mempengaruhi harga minyak dunia, biaya transportasi, harga barang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga rantai perdagangan global yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dalam situasi tersebut, rakyat masih menaruh harapan besar agar negara hadir dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan," ujar Puan, dikutip dari tayangan YouTube TVR Parlemen, Selasa, 10 Maret 2026.
Karena itu, DPR akan memastikan kemampuan fiskal APBN tahun anggaran 2026 tetap dapat menjaga derajat kehidupan masyarakat.
"Politik anggaran pemerintah harus dapat menjaga ketahanan fiskal yang dapat memastikan bahwa rakyat tetap mendapatkan jalan menuju kesejahteraannya, mendapat pekerjaan, penghasilan yang meningkat, mendapatkan pelayanan umum yang berkualitas, merasa aman dan tentram," ucapnya.
Editor: Redaktur TVRINews





