Aceh Targetkan Seluruh Pengungsi Banjir Tempati Huntara Sebelum Idul Fitri

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Meulaboh, tvOnenews.com – Pemerintah Aceh menargetkan ribuan korban bencana banjir bandang yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota dapat menempati hunian sementara (huntara) sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, mengatakan pemerintah menargetkan seluruh pengungsi segera meninggalkan tenda darurat dan pindah ke hunian sementara dalam waktu dekat pada bulan suci Ramadhan.

“Target kita sebelum Idul Fitri, seluruh masyarakat sudah masuk ke hunian sementara (huntara) dan menerima dana tunggu hunian (DTH),” kata M Nasir didampingi Bupati Aceh Barat, Tarmizi di Meulaboh, Senin (9/3).

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan satuan tugas yang dipimpin Menteri Dalam Negeri guna mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda darurat ke huntara yang masih dalam tahap pembangunan.

Menurut M Nasir, progres pembangunan huntara di Provinsi Aceh saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan proses tersebut sebelum masa transisi menuju pemulihan berakhir pada 29 April mendatang.

Setelah fase hunian sementara selesai, pemerintah akan melanjutkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi guna membangun hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Sebelumnya, Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh hingga Januari 2026 mencatat sebanyak 91.962 jiwa dari 24.426 kepala keluarga (KK) korban banjir dan longsor masih bertahan di lokasi pengungsian sejak akhir November 2025.

Berdasarkan data posko, secara keseluruhan bencana banjir dan longsor di Aceh berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK. Dalam peristiwa tersebut tercatat 561 orang meninggal dunia dan 30 orang dilaporkan hilang.

Jumlah pengungsi terbanyak masih berada di Kabupaten Aceh Utara dengan 33.261 jiwa atau 9.242 KK yang tersebar di 210 titik pengungsian.

Selanjutnya di Kabupaten Gayo Lues terdapat 18.944 jiwa atau 5.571 KK di 7 titik pengungsian, disusul Pidie Jaya sebanyak 14.794 jiwa atau 4.037 KK di 38 titik pengungsian.

Di Aceh Tamiang tercatat 6.052 jiwa atau 707 KK yang tersebar di 513 titik pengungsian, kemudian Aceh Tengah sebanyak 5.306 jiwa atau 1.075 KK di 61 titik, serta Bireuen dengan 4.897 jiwa atau 1.397 KK di 59 titik pengungsian.

Wilayah lain yang masih mencatat pengungsian yakni Aceh Timur dengan 3.862 jiwa atau 1.056 KK di 53 titik, Nagan Raya sebanyak 2.472 jiwa atau 817 KK di 6 titik, serta Bener Meriah dengan 2.116 jiwa yang tersebar di 39 titik pengungsian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panggil Bahlil ke Hambalang, Prabowo Bahas Strategi Hadapi Gejolak Harga Minyak
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
BYD Segera Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Pabrik Subang Masuk Tahap Akhir
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kontainer Makassar Recover di Losari Dimanfaatkan Jadi Kantor Operasional Parkir
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Harga Minyak Dunia Meroket Sejak 2022, Ini Dampak Turunannya
• 6 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Mantan Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Proyek PDNS
• 16 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.