Balas Pernyataan ‘Omong Kosong’ Trump, IRGC: Iran yang akan Menentukan Akhir Perang

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TEHERAN—Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa Teheran-lah yang akan menentukan akhir perang sebagai tanggapan tajam terhadap komentar Presiden AS Donald Trump tentang masalah tersebut pada Senin malam.

Pernyataan angkatan bersenjata Iran itu muncul segera setelah Trump tampaknya berubah pendirian tentang jangka waktu konflik Iran.

Berbicara kepada media Amerika pada hari Senin, Trump awalnya mengatakan bahwa perang Iran “hampir” selesai. Tetapi hanya beberapa jam kemudian, Trump mengatakan kepada pertemuan Partai Republiknya bahwa AS “belum cukup menang” dan bahwa perang akan berlanjut sampai Iran “benar-benar dan secara telak dikalahkan”.

Menurut reporter Gedung Putih CBS News, Weijia Jiang, Trump mengatakan kepadanya melalui telepon bahwa perang  jauh lebih cepat dari jadwal.

“Saya pikir perang sudah sangat selesai, hampir,” kata Trump dikutip dari India Today.

Dia juga mengklaim kemampuan militer Iran telah sangat menurun. “Mereka tidak punya angkatan laut, tidak punya komunikasi, mereka tidak punya Angkatan Udara,” kata Trump.

Namun, kemudian pada hari yang sama saat berpidato di Konferensi Isu Anggota Partai Republik, Trump menyampaikan nada yang berbeda, menunjukkan bahwa konflik tersebut masih jauh dari selesai.

“Kita sudah menang dalam banyak hal, tetapi kita belum cukup menang,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa perang akan berlanjut hingga Iran benar-benar dan secara telak dikalahkan.

Pernyataan Trump menuai respons keras dari IRGC. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa juru bicara pasukan tersebut mengatakan Teheran, bukan Washington, yang akan memutuskan bagaimana dan kapan konflik berakhir.

Juru bicara tersebut menyebut komentar Trump sebagai “omong kosong” dan memperingatkan bahwa Iran tidak akan mengizinkan ekspor “satu liter minyak pun” dari wilayah tersebut jika serangan AS dan Israel terus berlanjut.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat mengancam pengiriman energi melalui Teluk.

IRGC juga memperingatkan bahwa keamanan di wilayah tersebut akan berlaku untuk semua orang atau tidak untuk seorang pun. Itu menandakan bahwa Iran dapat merespons dengan cara yang mengganggu stabilitas regional yang lebih luas.

Pertukaran ancaman ini menyusul gelombang serangan AS-Israel terhadap infrastruktur energi Iran selama akhir pekan. Pejabat Iran mengatakan lima depot minyak di Teheran dan provinsi Alborz yang berdekatan dihantam pada Sabtu malam, memicu kebakaran besar dan kepulan asap tebal yang bertahan di atas ibu kota hingga Minggu.

Pasokan bahan bakar di provinsi Teheran terganggu sementara setelah serangan tersebut, meskipun pejabat mengatakan distribusi dapat kembali normal dalam dua hingga tiga hari.

Pejabat Iran juga memberi sinyal bahwa negara itu sedang mempersiapkan konfrontasi yang berkepanjangan. Seorang juru bicara IRGC mengatakan Teheran telah menimbun rudal balistik dan jelajah, drone, dan kapal serang dan dapat mempertahankan pertempuran intensitas tinggi setidaknya selama enam bulan.

Dia menambahkan bahwa Iran dapat segera memperkenalkan taktik baru dan mengerahkan rudal jarak jauh yang lebih canggih.

Menurut Palang Merah Iran, serangan AS dan Israel telah menewaskan 1.332 orang di Iran dan merusak 9.669 fasilitas sipil, termasuk ribuan rumah dan bangunan komersial, sejak konflik dimulai. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Desak Kapolda Usut Dugaan Korupsi Koperasi BLN Rp4 T
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Optimistis Tak Perlu Impor BBM, Bisa Manfaatkan Sawit hingga Tebu
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Daftar Rute Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Lengkap Jam Berlakunya, Pemudik Sikat Cuma 4 Hari
• 8 jam laludisway.id
thumb
Uni Eropa Luncurkan Dana Investasi Baru untuk Biayai Transisi Energi
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Kawanan Paus Pilot Terdampar di Perairan Dangkal Rote Ndao NTT
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.