Bisnis.com, JAKARTA — Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang status kepesertaannya masih non-aktif tetap dapat memperoleh layanan kesehatan selama mudik lebaran 2026.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan pihaknya akan memastikan bahwa peserta dengan kondisi medis khusus yang membutuhkan perawatan rutin, tetap bisa mengakses layanan di sepanjang jalur perjalanan.
“Jadi untuk [peserta PBI] yang non-aktif, yang memerlukan pelayanan karakteristik seperti cuci darah, tetap bisa dicari sepanjang perjalanan,” ujar Prihati dalam Konferensi Pers Pelayanan BPJS Kesehatan Saat Libur Lebaran Tahun 2026, Senin (9/3/2026).
Lebih lanjut, Prihati mengatakan BPJS Kesehatan juga menunggu pembaruan data dari instansi terkait mengenai status peserta. Jika terdapat peserta yang sebelumnya tidak aktif, tetapi kemudian diaktifkan kembali oleh pihak terkait, BPJS akan segera memproses aktivasi tersebut agar peserta bisa mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Menurutnya, proses ini memerlukan koordinasi dengan lembaga lain yang mengelola data peserta, sehingga BPJS Kesehatan menunggu data resmi sebelum melakukan penyesuaian pada sistem pelayanan mereka.
“Dan yang sedang dilakukan ground check setelah itu, kita selalu menunggu perkembangan dari Kemensos dan BPS. Apabila kita diberikan data untuk pindah sekiannya, atau kemudian sudah direaktivasi oleh Kemensos, kita akan melakukannya,” terang Prihati.
Baca Juga
- Layanan BPJS Kesehatan Tetap Beroperasi di Libur Lebaran 2026, Peserta Bisa Berobat saat Mudik
- Ramai Isu Penyesuaian Iuran JKN, Begini Respons BPJS Kesehatan
Prihati menegaskan bahwa para peserta JKN yang melakukan perjalanan mudik tidak perlu khawatir terkait akses layanan kesehatan. Selama periode tersebut, kantor-kantor BPJS tetap akan membuka layanan dengan menyiapkan petugas yang siap membantu peserta apabila diperlukan.
“Apabila kondisinya emergensi atau darurat, cari fasilitas kesehatan terdekat untuk bisa mendapatkan pelayanan,” katanya.
Agar mudik lebaran tahun ini berjalan lancar, Prihati menyebut BPJS Kesehatan juga akan membuka posko layanan kesehatan di delapan titik strategis. Posko-posko ini akan beroperasi pada periode 13 hingga 26 Maret 2026.
Di setiap posko yang disediakan, lanjutnya, BPJS Kesehatan menyiapkan layanan klinik sederhana untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para pemudik. Posko tersebut akan dilengkapi dengan tenaga medis, termasuk dokter dan perawat, yang akan memberikan pemeriksaan dan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.
“Kita akan pastikan untuk menghubungi faskes-faskes yang terbuka di sepanjang perjalanan dan di delapan tempat biar semuanya bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Putri Astrian Surahman)





