EtIndonesia. Seorang warganet dari Tiongkok baru-baru ini menulis dengan marah di platform Xiaohongshu (Little Red Book), “mengadukan” bahwa seorang anak kerabatnya yang masih duduk di bangku SMP mencoret-coret visa Amerika Serikat di paspornya, sehingga ia tidak diizinkan naik pesawat. Kejadian ini memicu perbincangan hangat di internet.
Pemilik unggahan mengatakan bahwa ia awalnya berencana berangkat ke Amerika Serikat pada 1 Maret, lalu melanjutkan perjalanan ke Bali untuk merayakan ulang tahun bersama orang tuanya. Namun ketika ia mengeluarkan paspornya di konter bandara, ia tiba-tiba menemukan bahwa halaman visa telah dicoret dengan tinta hitam, dan tertulis tiga kata besar dalam bahasa Mandarin: “大傻子” (orang yang sangat bodoh). Ia sebelumnya sama sekali tidak menyadari hal tersebut.
Seorang netizen Tiongkok baru-baru ini mengeluh bahwa anak seorang kerabatnya mencoret-coret paspornya, sehingga ia tidak bisa naik pesawat. (Xiaohongshu)Melihat tulisan itu, petugas darat di bandara bahkan tertawa sampai harus berjongkok, tetapi tetap menolak penumpang tersebut untuk naik pesawat karena dokumen dianggap rusak, sesuai dengan peraturan penerbangan.
Pemilik unggahan yakin bahwa hal itu dilakukan oleh anak dari salah satu kerabatnya. Ia kemudian menelepon kerabat tersebut untuk memprotes, tetapi pihak keluarga hanya mengatakan bahwa anak itu “masih belum mengerti apa-apa” dan meminta agar masalah itu tidak diposting di internet. Karena tidak ada solusi saat itu, ia akhirnya pulang ke rumah. Ia juga menemukan bahwa uang rupiah Indonesia yang sudah ia siapkan serta visa Schengen cadangan juga ikut dicoret-coret hingga rusak.
Seorang netizen Tiongkok baru-baru ini mengeluh bahwa anak seorang kerabatnya mencoret-coret paspornya, sehingga ia tidak bisa naik pesawat. (Xiaohongshu)Keesokan harinya, kerabat tersebut kembali menjelaskan bahwa anak itu memang masih kecil dan suka menggambar, sehingga tidak tahu bahwa itu adalah dokumen penting. Mereka bersedia memberi kompensasi sebesar 5.000 yuan (sekitar jutaan rupiah), tetapi juga meminta pemilik unggahan menghapus postingan di internet, dengan alasan takut guru dan teman sekolah anak tersebut melihatnya dan mempengaruhi prestasi sekolahnya.
Seiring dengan viralnya kejadian ini, pemilik unggahan juga mengungkap kejadian sebelumnya. Tahun lalu, anak tunggal dari kerabat tersebut pernah datang berkunjung ke rumahnya. Karena tidak diberi boneka populer Labubu yang ia minta, anak itu mengamuk dan melempar remote control, hingga membuat lampu kristal di rumah senilai 300.000 yuan hancur berkeping-keping.
Peristiwa ini memicu banyak komentar dari warganet yang mendukung korban. Beberapa komentar berbunyi:
- “SMP? Saya kira masih taman kanak-kanak.”
- “Anak SMP sudah punya tanggung jawab hukum. Ini bukan kenakalan biasa, tapi masalah pendidikan dan disiplin.”
Pemilik unggahan juga mengeluhkan bahwa anak SMP seharusnya sudah memahami batasan sosial dasar dan menghargai barang milik orang lain, dan menurutnya semua ini terjadi karena orang tua terlalu memanjakan anak tersebut.
Sebuah lampu gantung kristal senilai 300.000 RMB hancur di tempat kejadian. (Xiaohongshu)Ia akhirnya mengungkap akhir dari kejadian ini: kerabatnya membayar ganti rugi untuk dua lampu kristal, sementara ia sendiri menghapus kerabat tersebut dari daftar temannya dan memilih menjauh dari keluarga itu.
Menurut informasi publik, visa Amerika Serikat yang rusak akan langsung dianggap tidak berlaku. Pemilik visa harus mengajukan permohonan baru, mengisi formulir Form DS‑160, serta membayar kembali biaya visa. Saat wawancara visa, pemohon disarankan membawa paspor lama yang rusak dan menjelaskan dengan jujur bahwa kerusakan terjadi karena ulah anak kerabat, agar tidak dicurigai mencoba memalsukan dokumen. (Hui)





