-
Kecerdasan buatan mempercepat proses serangan militer terhadap Iran melampaui kecepatan berpikir manusia.
-
Penggunaan Claude AI oleh Pentagon memicu perdebatan mengenai etika pengambilan keputusan otomatis.
-
Serangan kilat di Iran menyebabkan korban sipil dan memicu kecaman dari pihak PBB.
Suara.com - Dunia kini menyaksikan pergeseran drastis dalam metode peperangan modern yang melibatkan teknologi canggih dalam perang AS-Iran.
Penggunaan kecerdasan buatan dalam operasi militer terhadap Iran menjadi tanda dimulainya periode perang supercepat.
Kecepatan pemrosesan data oleh mesin saat ini dilaporkan telah melampaui batas kemampuan berpikir alami manusia.
Laporan The Guardian menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat melibatkan model kecerdasan buatan bernama Claude untuk operasional mereka.
Peran utama teknologi ini adalah mempercepat identifikasi serta proses persetujuan target serangan di lapangan.
Langkah ini bertujuan memperpendek durasi rantai pembunuhan dari tahap deteksi hingga eksekusi peluncuran senjata.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mengenai peran manusia sebagai pengambil keputusan yang semakin tersisih.
Pasukan Amerika Serikat dan Israel tercatat melancarkan hampir 900 serangan dalam kurun waktu 12 jam saja.
Agresi udara tersebut dikabarkan menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran yaitu Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Erdogan Peringatkan Presiden Iran Usai Rudal Balistik Masuk Wilayah Turki
Para pakar mulai memperkenalkan istilah kompresi keputusan untuk menggambarkan fenomena penyusutan waktu perencanaan perang.
Kekhawatiran muncul jika pejabat militer hanya menyetujui rencana otomatis tanpa adanya pertimbangan yang mendalam.
Anthropic sendiri sudah mulai mengintegrasikan model teknologi mereka ke Departemen Pertahanan sejak tahun 2024.
Sistem Claude menjadi bagian integral dalam platform yang dibangun oleh Palantir Technologies untuk pihak Pentagon.
Tujuan kolaborasi ini adalah meningkatkan ketajaman analisis intelijen bagi para pengambil kebijakan di pemerintahan.
"Mesin kecerdasan buatan memberikan rekomendasi tentang target yang harus diserang," kata Craig Jones.




