Melihat Statistik Teja Paku Alam & Kiper Super League yang Dipanggil Timnas

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

John Herdman tidak memilih Teja Paku Alam dalam 41 daftar pemain Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026. Ia lebih pilih memanggil memanggil Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM), dan Ernando Ari (Persebaya) dari Super League, serta Emil Audero (Cremonese) dan Maarten Paes (Ajax) yang bermain di Eropa.

Padahal, Teja adalah kiper paling sedikit kebobolan sejauh musim ini. Kiper kelahiran 14 September 1994 itu total 22 kali bermain untuk Persib Bandung dengan catatan 15 kali nirbobol dan 10 kali kebobolan.

Bandingkan dengan yang lain, Nadeo 24 kali kebobolan dan 8 kali nirbobol dari 24 kali main. Sementara, Ernando 27 kali kebobolan dan 7 kali nirbobol dari 23 kali main. Adapun Cahya 28 kali kebobolan dan 8 kali nirbobol dari 22 kali main.

Akan tetapi, boleh jadi John Herdman melihat aspek lain. Sebab, ada beberapa statistik di mana Teja kalah unggul dari yang lainnya.

Misalnya dari segi penyelamatan. Dari data Sofascore, Teja hanya menciptakan 49 penyelamatan, yang membuatnya berada di urutan ke-12 untuk aspek tersebut. Di sisi lain, Nadeo menjadi kiper lokal dengan penyelamatan terbanyak, yakni 83 kali, disusul Ernando sebanyak 78 kali, dan Cahya sebanyak 73 kali.

Dalam hal kapasitas build up, Nadeo adalah yang terbaik dengan kualitas umpan akurat 92,8 persen dari 361 total operan. Sementara, Teja memiliki kualitas umpan akurat 88,13 persen dari 396 total operan.

Di sisi lain, Ernando mempunyai kualitas umpan akurat 79,69 persen dari 320 total operan. Adapun Cahya mempunyai kualitas umpan akurat 81,42 persen dari 323 total operan.

Terkait kualitas umpan jauh atau panjang, Ernando dan Teja cukup ketat. Ernando memiliki total umpan panjang akurat 81 kali dengan akurasi bola jauh 79,69 persen, sedangkan Teja mempunyai total umpan panjang akurat 75 kali dengan akurasi bola jauh 88,13 persen.

Cahya dan Nadeo tidak cukup baik terkait hal ini. Cahya memiliki total umpan panjang akurat 48 kali dengan akurasi bola jauh 47,52 persen, sedangkan Nadeo mempunyai total umpan panjang akurat 32 kali dengan akurasi bola jauh 59,26 persen.

Dari data ini, dapat diperkirakan bahwa Herdman mencari tipikal sweeper-keeper, alias kiper yang bisa nyaman memainkan bola, plus memiliki kualitas shot-stopping yang baik. Boleh jadi juga, Herdman tidak akan terlalu mengandalkan umpan-umpan jauh.

Herdman tampak memilih kiper dengan kombinasi banyak penyelamatan, kenyamanan dalam build-up, dan pengalaman kompetitif. Dan biar bagaimana pun, Nadeo dan Ernando sudah memiliki pengalaman lebih bersama Timnas selama ini, begitu juga Cahya di level usia muda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OTT Bupati Rejang Lebong, KPK Tangkap 12 Orang di Bengkulu
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Mulai 2030, Turis Asing di Jepang Bisa Bayar Tiket Museum Lebih Mahal
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
PT Bukit Asam Sukses Panen Raya Padi Hasil Inovasi Kalium Humat Batu Bara
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Kembali Main, Muhammad Toha Ajak Pemain Persita Terus Fokus dan Berjuang Raih Hasil Terbaik sampai Akhir Musim BRI Super League
• 1 jam lalubola.com
thumb
Terpojok, Trump Bakal Hadapi Penyelidikan Kongres Terkait Serangan Hantam Sekolah di Iran, Senator: Bodoh!
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.