TNI AD membangun 40 unit jembatan Armco di sejumlah wilayah Aceh dalam rangka mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan yang dilaksanakan TNI di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, tercatat 218 jembatan telah dibangun melalui program tersebut.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, pembangunan jembatan Armco ini bertujuan memulihkan konektivitas antarwilayah yang sempat terganggu akibat banjir dan tanah longsor.
“Melalui pembangunan jembatan ini, TNI AD membantu memulihkan akses transportasi masyarakat sehingga aktivitas ekonomi dan distribusi logistik dapat kembali berjalan normal,” ujar Maruli dalam keterangannya, Selasa (10/3).
Dibangun di Sejumlah KabupatenSebanyak 40 jembatan Armco tersebut dibangun di sejumlah kabupaten di Aceh.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, jembatan dibangun di wilayah Alue Gadeng Dua, Alue Sentang, Terban, dan Blang Kandis.
Sementara di Kabupaten Aceh Timur, pembangunan dilakukan di Buket Kuta, Alue Buloh, Paya Biliesa, Blang Gleum, Buket Makmur, Lhok Seuntang, Gampong Baroh, Alur Pinrang, Alue Itam, Peunaron Lama, Alue Siwah, serta Keudongdong.
Kemudian di Kabupaten Bireuen, jembatan dibangun di Batee Raya, Juli Tambo, Krueng Juli, Alue Limeng, serta Salah Sirong Jaya.
Adapun di Kabupaten Aceh Utara, pembangunan dilakukan di Buket Linteueng, Masjid Meuraksa, dan Bangka Jaya.
Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi warga di wilayah yang terdampak bencana.





