PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI), anggota Holding BUMN Danareksa, melakukan berbagai upaya untuk mendorong swasembada pangan nasional, salah satunya melalui penguatan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG). Menyambut musim panen 2026, PT KBI menargetkan sosialisasi Sistem Registrasi Resi Gudang, Is-Ware Next Gen, kepada lebih dari 160 institusi dan organisasi sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan amanah menjadi pionir Pusat Registrasi Resi Gudang (PusReg RG).
Hingga Februari 2026, PT KBI mencatatkan total komoditas mencapai 502 ton, seiring dengan persiapan sebelum masuknya puncak musim panen yang diperkirakan berlangsung pada Maret–April 2026.
PT KBI menegaskan, peningkatan kualitas layanan di antaranya dengan penguatan sistem yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha sektor komoditas dan pangan.
"Sebagai lembaga Pusat Registrasi Resi Gudang, PT KBI secara berkelanjutan melakukan sosialisasi IsWare Next Gen guna memastikan proses registrasi resi gudang berjalan secara transparan, aman, dan akuntabel," ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional PT KBI, Saidu Solihin, dalam keterangannya, Selasa (10/3).
Sosialisasi ini menjadi semakin relevan menjelang musim panen, dimana ketersediaan fasilitas penyimpanan dan pencatatan komoditas yang tertib dapat membantu petani mengelola hasil panen secara lebih optimal.
Periode Maret hingga April 2026 diperkirakan menjadi puncak musim panen padi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi gabah diperkirakan mencapai 17,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara sekitar 10,16 juta ton beras. Tren produksi yang positif ini didorong oleh peningkatan luas tanam, dengan panen yang terkonsentrasi di wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.
Dalam kondisi musim panen yang umumnya diikuti oleh kecenderungan penurunan harga gabah, keberadaan SRG menjadi salah satu alternatif solusi bagi petani untuk menunda penjualan hingga harga lebih stabil. Melalui sistem yang dikelola PT KBI, komoditas yang disimpan di gudang dapat tercatat secara resmi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembiayaan sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan komoditas pangan.
Selain sebagai instrumen pembiayaan untuk tunda jual, resi gudang juga dapat dimanfaatkan untuk manajemen stok, dalam kegiatan ekspor komoditas, seperti rumput laut. PT KBI senantiasa mendukung regulator dan kementerian terkait untuk dapat mewujudkan program pemerintah seperti desa bisa ekspor dan UMKM naik kelas.
"Sejak dikembangkan, Is-Ware Next Gen telah memberikan manfaat di 10 daerah sentra komoditas di Indonesia seperti Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat hingga Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan dengan penerima manfaat yang mencakup petani, petani penggarap, nelayan, pelaku usaha, serta pengelola gudang," tambahnya.





