Etindonesia. Pada 8 Maret dini hari, polisi Norwegia mengkonfirmasi bahwa terjadi ledakan di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo, Norwegia. Insiden ini menyebabkan kerusakan ringan. Polisi mencurigai bahwa insiden tersebut mungkin merupakan serangan teroris.
Ledakan terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat di pintu masuk Kedubes AS yang berada di ibu kota Norwegia, Oslo.
Polisi menyatakan bahwa gedung kedutaan mengalami kerusakan ringan, namun tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Seorang saksi mata, Sebastian Toerstad, mengatakan: “Saya melihat sebuah helikopter berputar-putar di atas kedutaan. Kami melihat asap tebal muncul dari area tepat di belakang saya.”
Pihak berwenang Norway mengatakan mereka telah berkoordinasi dengan diplomat dari United States dan telah mengerahkan anjing pelacak, drone, serta berbagai sumber daya kepolisian untuk mencari tersangka.
Penyebab ledakan belum diumumkan secara resmi, tetapi polisi menduga kemungkinan serangan terorisme.
Sejak United States dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran, Iran juga melakukan serangan balasan terhadap sejumlah lokasi industri dan fasilitas diplomatik di kawasan Timur Tengah, dan beberapa kedutaan besar Amerika Serikat dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Namun sejauh ini tidak ada indikasi bahwa ledakan di Kedutaan Besar AS di Oslo berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Norwegia menyatakan bahwa insiden ledakan tersebut tidak dapat diterima, sementara pihak Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi.
Dilaporkan oleh jurnalis NTD, Li Jiayin, dari AS





