Tak Ada yang Kebal Hukum, Deretan Rakit PETI di Kuansing Dimusnahkan

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Kuantan Singingi -

Polda Riau melalui Polres Kuantan Singingi (Kuansing) kembali membuktikan komitmennya dalam menindak tegas aktivitas penambangan emas ilegal (PETI). Deretan dompeng alat rakit PETI dimusnahkan sebagai efek jera.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengatakan penindakan dilakukan menyusul adanya informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi di aliran Sungai Kuantan, Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolres menurunkan tim yang dipimpin Kapolsek Cerenti Iptu Peri Padli untuk melakukan observasi di lapangan.

"Tim kemudian menuju ke lokasi pada pukul 09.10 WIB pagi tadi dan menemukan ada belasan alat rakit PETI dalam keadaan tidak beraktivitas," kata AKBP Hidayat, dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Hidayat mengatakan sesampainya di lokasi, petugas tidak menemukan adanya pelaku hanya ada belasan rakit PETI yang berjejer di tepian sungai. Terhadap temuan alat rakit PETI tersebut, pihaknya langsung melakukan pemusnahan dengan cara dibakar.

Baca juga: Cegah Panic Buying BBM saat Mudik, Kapolda Riau Minta Jajaran Jaga Ketat SPBU

Deretan rakit PETI di Sungai Kuantan, Kuansing, Riau dimusnahkan oleh aparat kepolisian, Selasa (19/3/2026). Foto: dok. Polres Kuansing

"Untuk alat rakit PETI sebanyak 12 unit kami musnahkan dengan cara dibakar sebagai efek jera," imbuhnya.

Hidayat menyampaikan penindakan ini merupakan bukti komitmen nyata Polres Kuansing dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum.

"Aktivitas PETI bukan hanya melanggar undang-undang, tetapi juga merusak ekosistem alam yang menjadi warisan bagi anak cucu kita di masa depan," katanya.

Ia juga menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum terhadap ekosistem sesuai semangat Green Policing.

"Tidak ada yang kebal hukum. Semua yang melanggar aturan akan kita tindak tegas dan kami juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran," tutupnya.

Baca juga: Kapolda Riau Buka Latpraops Ketupat: Layani Masyarakat dengan Ramah




(mea/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tipe MBTI yang Paling Rela Berkorban untuk Orang Lain
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Harga BBM Naik Imbas Perang, Pakistan Terapkan 50% Pekerja WFH-Sekolah Libur
• 11 jam laludetik.com
thumb
Alasan KPK Periksa Ketum PP Japto dalam Kasus Batu Bara Kutai Kartanegara
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Terminal Pulo Gebang Prediksi Lonjakan Pemudik Lebaran Bakal Terjadi 16 Maret
• 2 jam laludisway.id
thumb
ITSEC Asia (CYBR) Berencana Stok Split 1:2, Pacu Pertumbuhan Investor
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.