VIVA – Sebuah kapal tanker minyak bernama Shenlong yang dioperasikan perusahaan pelayaran Yunani dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Kapal tersebut membawa sekitar 1 juta barel minyak mentah Arab Saudi, menjadikannya salah satu pelayaran komersial besar pertama yang melewati jalur strategis itu setelah muncul peringatan keras dari Iran terhadap aktivitas pelayaran.
Kapal tanker kelas Suezmax itu dioperasikan oleh perusahaan Yunani Dynacom Tankers Management Ltd.. Shenlong sebelumnya memuat minyak mentah Arab Saudi di pelabuhan Ras Tanura Port sebelum memulai perjalanan menuju Asia Selatan.
Untuk mengurangi risiko deteksi di kawasan yang sedang tegang, kapal tersebut mematikan sistem Automatic Identification System (AIS) pada 4 Maret 2026, ketika masih berada di wilayah Teluk Persia. Shenlong kemudian kembali muncul dalam sistem pelacakan kapal pada pagi 9 Maret di dekat pesisir India, menandakan kapal itu telah berhasil melewati Selat Hormuz dan sedang menuju pelabuhan Mumbai.
Penyeberangan ini terjadi di tengah ancaman dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran. Seorang pejabat senior IRGC sebelumnya menyatakan bahwa Selat Hormuz "tertutup" dan memperingatkan setiap kapal yang mencoba melintas berpotensi ditembak.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur sempit ini biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, atau sekitar 16–18 juta barel per hari, sehingga gangguan di wilayah tersebut dapat berdampak besar pada pasar energi global.
Perjalanan Shenlong terdeteksi melalui sejumlah platform pemantau pelayaran seperti Bloomberg, Kpler, Lloyd's List Intelligence, dan MarineTraffic. Tidak ada laporan keterlibatan langsung kapal angkatan laut dari AS maupun Inggris dalam penyeberangan ini, meskipun Washington sebelumnya menyatakan kesiapan memberikan pengawalan untuk kapal tanker di masa mendatang.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menyerukan kepada perusahaan pelayaran agar "menunjukkan keberanian" dengan tetap melintas di jalur tersebut meskipun ada ancaman dari Iran. Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright menyinggung perjalanan kapal tanker tersebut dalam wawancara dengan Fox News pada akhir pekan lalu.




