REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Amerika Serikat (AS) mengancam akan menyerang Iran 20 kali lebih keras dari intensitas yang saat ini terjadi. Presiden AS Donald Trump mengatakan, langkah itu akan diambil jika Teheran memblokade pasokan minyak di Selat Hormuz.
"Jika Iran melakukan apapun yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari yang mereka hadapi sejauh ini," kata Trump melalui Truth Social, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga
Megawati Kirim Surat kepada Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei
Pakar UI: Perang AS-Israel dan Iran akan Sulit Mereda di Era Mojtaba
Trump Disebut Ancam Habisi Mojtaba Khamenei, China Merespons Lantang
Ia mengatakan bahwa AS juga akan mengincar target-target yang mudah dihancurkan sehingga "akan mustahil bagi Iran untuk membangun negaranya kembali" karena "kematian, api, dan amarah akan berkuasa di atas mereka".
"Tetapi saya berharap, dan berdoa, supaya hal tersebut tak terjadi!" ucap Presiden AS itu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Trump memandang hal tersebut merupakan "hadiah" dari AS kepada China dan semua negara yang amat bergantung pada kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. "Saya harap langkah ini akan mendapat banyak apresiasi," kata dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)