JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Jakarta menambah kuota program mudik gratis menyusul lonjakan jumlah pendaftar. Di sisi lain, pendatang akan tetap diterima tanpa operasi yustisi atau penyaringan khusus.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, jumlah peserta mudik gratis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melonjak dari estimasi awal 26.000 menjadi 30.774 orang. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Pemprov menambah kapasitas armada bus dari 667 menjadi 709 bus.
”Ada penambahan bus, sekarang menjadi 709 bus dari 667 yang sebelumnya. Jadi semua sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Adapun jadwal keberangkatan dibagi menjadi dua tahap. Rombongan sepeda motor akan diberangkatkan lebih dulu pada 16 Maret 2026 dari Terminal Pulogadung, disusul pemberangkatan penumpang pada 17 Maret 2026 dari Monumen Nasional (Monas).
Untuk arus balik, sepeda motor dijadwalkan kembali pada 25 Maret, sedangkan penumpang akan tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang pada 26 Maret 2026.
Pramono menegaskan, semua peserta harus terverifikasi. Tidak ada pemberangkatan mendadak atau hari H yang datang tanpa proses verifikasi.
Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo menambahkan, seluruh peserta mudik telah melalui proses verifikasi, sehingga tidak akan ada pengumuman kuota tambahan.
”Yang sudah terverifikasi itulah yang akan diberangkatkan. Semua peserta sudah didata dan diverifikasi, jadi tidak ada pengumuman tambahan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memprediksi sekitar 3,5 juta kendaraan pribadi akan keluar dari Jakarta melalui jalan tol. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menyebut puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 18 Maret 2026.
Rivan menjelaskan, dari total 3,5 juta kendaraan tersebut, pergerakan kendaraan terbagi ke tiga arah utama. Sekitar 28 persen menuju Merak, 50 persen menuju arah Timur melalui jalur Trans Jawa dan Cikampek Utama, serta 20 persen menuju Bogor.
”Dari sekitar 50 persen kendaraan yang menuju arah timur, sekitar 57 persen akan melintas ke jalur Trans Jawa, sedangkan 42 persen menuju Cileunyi–Cipularang. Titik kepadatan biasanya terjadi di KM 66,” ujar Rivan.
Selain itu, pergerakan kendaraan diperkirakan sudah mulai terlihat sejak Jumat (13/3/2026), seiring periode libur yang cukup panjang sehingga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mudik lebih awal.
”Kami memperkirakan pergerakan sudah mulai muncul sejak hari Jumat ini, karena adanya periode libur yang cukup panjang. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan,” ucap Rivan.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026. Sebagian pemudik diperkirakan memilih kembali lebih awal ke Jakarta setelah bersilaturahmi, sementara sebagian lainnya kemungkinan baru kembali menjelang berakhirnya masa libur Lebaran.
Anggota Komisi B DPRD Jakarta Dwi Rio Sambodo berpesan kepada para pemudik agar tetap menjaga nama baik Jakarta selama berada di kampung halaman.
Rio berharap warga Jakarta dapat menjadi agen perubahan dengan membagikan berbagai pengalaman positif yang diperoleh selama tinggal di Ibu Kota, terutama terkait budaya produktivitas serta penguasaan informasi dan teknologi.
Selain itu, Rio juga mengingatkan warga agar bijak apabila ingin membawa sanak saudara dari kampung halaman untuk datang ke Jakarta setelah Lebaran.
Menurut Rio, pada prinsipnya hal tersebut tidak menjadi persoalan karena Jakarta merupakan bagian dari Indonesia. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan adanya kesiapan pekerjaan serta kemampuan sumber daya manusia yang memadai sebelum memutuskan pindah ke Jakarta.
”Pastikan ada pekerjaan yang jelas serta kualifikasi sumber daya manusia yang memadai. Jangan sampai datang tanpa kepastian kerja yang akhirnya justru menjadi beban sosial di kota,” katanya.
Di tengah banyaknya warga yang mudik untuk merayakan Lebaran di kampung halaman, Pramono menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno akan tetap berada di Jakarta saat hari H Idul Fitri.
Hal ini sekaligus merespons Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang meminta kepala daerah menunda perjalanan ke luar negeri menjelang Lebaran.
”Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta menyambut Idul Fitri di Jakarta, karena pada hari pertama Idul Fitri akan ada halal bihalal di Balai Kota,” ujar Pramono.
Selain itu, Pramono mengatakan, Jakarta tetap terbuka bagi pendatang setelah Lebaran. Pemprov Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi atau penyaringan khusus bagi warga yang datang ke Ibu Kota.
Menurut Pramono, peluang untuk bekerja di Jakarta masih terbuka bagi siapa saja. Meski demikian, ia mengingatkan kondisi global yang tidak menentu, seperti konflik di Ukraina, Rusia, dan Timur Tengah, perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi perekonomian.
Di sisi lain, Pemprov Jakarta memastikan berbagai persiapan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri telah dilakukan, terutama terkait ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Pramono menegaskan, stok pangan di Jakarta dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
”Dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri, Jakarta sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, terutama kebutuhan utama seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan sebagainya,” tuturnya.
Selama libur Lebaran, Pemprov Jakarta juga menyiapkan program “Mudik ke Jakarta” untuk menarik wisatawan datang ke Jakarta selama periode libur Idul Fitri. Program ini memanfaatkan kondisi Jakarta yang diperkirakan lebih lengang saat sebagian besar warganya pulang kampung.
Pemprov Jakarta bahkan menggandeng pelaku industri pariwisata untuk menyiapkan berbagai paket wisata ke sejumlah destinasi populer, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Taman Impian Jaya Ancol, dan Taman Margasatwa Ragunan.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Jakarta Suharini Eliawati menuturkan, paket wisata tersebut disiapkan agar wisatawan dapat mengunjungi berbagai destinasi dengan lebih mudah.
”Kami bekerja sama dengan Astindo untuk membuat bundling paket wisata ke sejumlah destinasi, seperti TMII, Ragunan, dan Ancol. Namun, bagi 15 golongan masyarakat tertentu, sesuai ketentuan dalam SK Gubernur, kunjungan ke destinasi tersebut memang digratiskan,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Selain paket wisata, Pemprov Jakarta juga menyiapkan berbagai promo selama Ramadhan hingga Lebaran, seperti transportasi umum gratis hingga diskon di pusat-pusat perbelanjaan yang mencapai hingga 80 persen.





