VIVA – Perubahan peran kerja akibat percepatan transformasi digital membuat kebutuhan reskilling semakin penting bagi para profesional. Hal ini menjadi salah satu isu yang dibahas dalam forum diskusi Diorama: Diskusi Obrolan Ringan Ramadhan yang digelar Talentlytica bersama para praktisi Human Resources (HR) dari berbagai perusahaan.
Dalam diskusi tersebut, para praktisi HR menilai bahwa perubahan teknologi membuat banyak pekerjaan mengalami penyesuaian, baik dari sisi keterampilan maupun cara kerja. Kondisi ini mendorong organisasi dan karyawan untuk terus mengembangkan kemampuan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Chief of Customer Success Talentlytica, Ahmad Fachrur Rivai, mengatakan masih banyak perusahaan yang fokus berinvestasi pada teknologi tanpa memastikan kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya.
“Kami sering melihat perusahaan berinvestasi besar pada sistem dan platform, tetapi belum sepenuhnya menguatkan kesiapan talenta di dalamnya. Padahal, transformasi hanya akan berjalan efektif jika manusianya siap berubah dan dipimpin dengan pendekatan yang tepat,” ujar Ahmad Fachrur Rivai dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, kemampuan untuk terus belajar menjadi salah satu faktor penting agar karyawan mampu beradaptasi dengan perubahan peran kerja yang semakin dinamis. Oleh karena itu, program upskilling dan reskilling dinilai perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan karier di perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga didorong untuk lebih aktif mengidentifikasi talenta yang memiliki kemampuan learning agility, yaitu kemampuan belajar cepat dan beradaptasi dengan situasi baru.
Bagi individu, pengembangan keterampilan juga dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengikuti pelatihan baru, memperluas wawasan lintas bidang, hingga membangun kolaborasi dengan rekan kerja dari generasi atau latar belakang yang berbeda.
Salah satu peserta diskusi, Bintang Nur Rahmansyah yang menjabat sebagai Human Capital Business Partner (HCBP) di PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), menilai forum seperti ini penting karena memberikan ruang bagi para praktisi HR untuk saling berbagi pengalaman.
“Ini pertama kalinya kami ikut . Acaranya sangat seru, insightful, dan kami senang bisa bertemu dengan teman-teman HR dari bisnis yang berbeda. Jadi banyak sekali yang bisa kita pelajari di event ini,” ujar Bintang.





