Peran Kerja Bergeser, Ini Alasan Reskilling Penting bagi Karier Profesional

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Perubahan peran kerja akibat percepatan transformasi digital membuat kebutuhan reskilling semakin penting bagi para profesional. Hal ini menjadi salah satu isu yang dibahas dalam forum diskusi Diorama: Diskusi Obrolan Ringan Ramadhan yang digelar Talentlytica bersama para praktisi Human Resources (HR) dari berbagai perusahaan.

Dalam diskusi tersebut, para praktisi HR menilai bahwa perubahan teknologi membuat banyak pekerjaan mengalami penyesuaian, baik dari sisi keterampilan maupun cara kerja. Kondisi ini mendorong organisasi dan karyawan untuk terus mengembangkan kemampuan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga :
Gadis Ini Syok saat Melamar Kerja, Syarat Harus Seksi dan Mau Pakai Kostum Khusus
Mekari Talenta: Digitalisasi Human Resource Wajib Buat Pertumbuhan Bisnis Masa Kini

Chief of Customer Success Talentlytica, Ahmad Fachrur Rivai, mengatakan masih banyak perusahaan yang fokus berinvestasi pada teknologi tanpa memastikan kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya.

“Kami sering melihat perusahaan berinvestasi besar pada sistem dan platform, tetapi belum sepenuhnya menguatkan kesiapan talenta di dalamnya. Padahal, transformasi hanya akan berjalan efektif jika manusianya siap berubah dan dipimpin dengan pendekatan yang tepat,” ujar Ahmad Fachrur Rivai dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, kemampuan untuk terus belajar menjadi salah satu faktor penting agar karyawan mampu beradaptasi dengan perubahan peran kerja yang semakin dinamis. Oleh karena itu, program upskilling dan reskilling dinilai perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan karier di perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga didorong untuk lebih aktif mengidentifikasi talenta yang memiliki kemampuan learning agility, yaitu kemampuan belajar cepat dan beradaptasi dengan situasi baru.

Bagi individu, pengembangan keterampilan juga dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengikuti pelatihan baru, memperluas wawasan lintas bidang, hingga membangun kolaborasi dengan rekan kerja dari generasi atau latar belakang yang berbeda.

Salah satu peserta diskusi, Bintang Nur Rahmansyah yang menjabat sebagai Human Capital Business Partner (HCBP) di PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), menilai forum seperti ini penting karena memberikan ruang bagi para praktisi HR untuk saling berbagi pengalaman.

“Ini pertama kalinya kami ikut . Acaranya sangat seru, insightful, dan kami senang bisa bertemu dengan teman-teman HR dari bisnis yang berbeda. Jadi banyak sekali yang bisa kita pelajari di event ini,” ujar Bintang.

Baca Juga :
Health Ministry Spends IDR30 Trillion to Build Hundreds of Central Hospitals
Indonesia Has Great Opportunity to Achieve Golden Indonesia 2045
AP II Ensures No Closure for Regular Flights Ahead of ASEAN Summit

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minta Masyarakat Tidak Panic Buying, Bahlil: Stok BBM Kita Cukup
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Bias AI Matikan Karier Perempuan: Diam-diam Robot Hilangkan Wanita Profesional
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Israel Serang Wilayah Berpenduduk Lebanon, 700 Ribu Orang Terpaksa Mengungsi
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral! Gambar Pertama Minecraft Dungeons 2 Muncul di Internet
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Ditopang Iftar, Okupansi Restoran di Jawa Timur Tembus 65% selama Ramadan
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.