PT Jasa Marga (Persero) memproyeksi 3,5 juta kendaraan akan keluar Jabodetabek pada musim mudik lebaran 2026. Angka ini merupakan proyeksi untuk H-10 sampai H+10 lebaran.
Adapun periode tersebut mencakup rentang waktu sekitar 22 hari mulai masa awal mudik, puncak mudik, hingga arus balik. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Rivan Achmad Purwantono berkomitmen agar Jasa Marga mengantisipasi lonjakan tersebut.
“Kita tahu bahwa ada progres yang terus menerus kami siapkan dengan mengantisipasi 3,5 juta pergerakan kendaraan yang dari Jakarta,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Rivan Achmad Purwantono dalam media briefing di Jasa Marga Tollroad Command Center, Bekasi pada Selasa (10/3).
Sementara proyeksi untuk H-8 sampai dengan H+9, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek diproyeksikan mencapai sekitar 2,99 juta kendaraan.
Berdasarkan analisis pergerakan kendaraan, Rivan menjelaskan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026 atau H-3. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal 24 Maret 2026 atau H+3.
Ia juga menjelaskan arah distribusi perjalanan masyarakat dari Jabodetabek juga ke beberapa arah utama. Pertama ada arah timur menuju Trans Jawa, arah barat menuju Merak, arah selatan menuju Puncak dan Bandung, serta arah dalam kota atau wilayah sekitar Jabodetabek.
Untuk itu, Rivan menuturkan hal yang paling diantisipasi adalah pergerakan pemudik ke arah timur.
“Jadi 28 persen itu ke Merak, sementara 50 persen ke arah Timur sampai dengan Cipularang, sementara sisanya adalah sekitar 20 persen adalah ke arah Bogor. Nah yang pasti diantisipasi adalah yang 50 ke Timur karena ini akan terbagi kembali 57 persen ke arah Trans Jawa dan 42 persen sekian ini adalah yang ke arah Cipularang,” jelas Rivan.





