Lestari Moerdijat Dorong Upaya Peningkatan Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan upaya deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengatasi ancaman gangguan kesehatan jiwa terhadap generasi penerus bangsa.

BACA JUGA: Lestari Moerdijat: Penundaan Akses Akun Anak Bagian dari Upaya Menjaga Masa Depan

"Langkah kolaborasi sejumlah pihak terkait untuk mengatasi secara menyeluruh ancaman kesehatan jiwa siswa di sekolah harus mendapat dukungan bersama," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/3).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pihaknya menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan skrining atau deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah pada Senin (9/3).

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Dorong RUU PPRT Segera Disahkan Jadi Undang-Undang

Langkah itu direalisasikan dengan membekali para guru kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental pada peserta didik.

Menurut Lestari, pembekalan untuk meningkatkan kemampuan para guru melakukan skrining kesehatan mental siswa harus segera direalisasikan.

BACA JUGA: Modus Jual Solar Perusahaan ke Luar, Karyawan PT Cipta Lestari Sawit Diciduk

Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan pada awal tahun 2026, tercatat sekitar 5% anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.

Lebih terperinci lagi, 34,9% remaja usia 10-17 tahun berisiko mengalami masalah mental.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya 2,6% yang mendapatkan penanganan profesional.

Berdasarkan catatan tersebut, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, kemampuan deteksi dini kesehatan mental peserta didik juga harus dimiliki para orang tua.

Menurut Rerie, guru yang kesehariannya berinteraksi dengan para siswa merupakan garda terdepan dalam menjaring permasalahan kesehatan mental yang dihadapi para peserta didik di sekolah.

Namun, tambah dia, peran para orang tua yang berinteraksi dengan putera puterinya di keluarga juga penting dalam melakukan skrining kesehatan jiwa anak-anaknya.

Anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat upaya untuk meningkatkan kemampuan para tenaga pengajar dan orang tua dalam melakukan deteksi dini kesehatan mental siswa merupakan fondasi dari upaya mengatasi ancaman gangguan jiwa generasi penerus bangsa.

"Kami berharap kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Kemendikdasmen itu diikuti dengan kesiapan fasilitas kesehatan primer, seperti Puskesmas, dalam memberikan layanan kesehatan jiwa," tutur Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Jangan sampai, tegas Rerie, hasil deteksi dini kesehatan jiwa siswa yang dihasilkan sekolah tidak dapat ditindaklanjuti oleh fasilitas kesehatan terdekat. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waka MPR Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Peran Komunitas Bagi Penyintas Kanker


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MK Soroti Kerancuan Kewenangan Eksekutif dalam Perubahan Pidana Mati
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kronologi Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol TB Simatupang Jaksel
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Geram Pegawainya Kena OTT, Purbaya Ultimatum Para Petinggi di Kemenkeu
• 9 jam laludisway.id
thumb
Prilly Latuconsina Rela 4 Jam Makeup Prostetik Demi Film Terakhir Danur
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Apindo Wanti-wanti Dampak Perang Israel-AS vs Iran ke Harga Energi dan Kurs Rupiah
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.