Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) memprediksi puncak arus mudik di jaringan Jalan Tol Trans Jawa akan jatuh pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran 2026/Idulfitri 1447 H.
Direktur Utama JSMR, Rivan A. Purwantono menjelaskan, meski puncak masih jatuh pada pekan depan, gelombang arus mudik diperkirakan bakal mulai terjadi mulai Jumat (13/3/2026).
"Di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncaknya di tanggal 18 Maret 2026. Tapi kami berkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat ini," kata Rivan dalam Konferensi Pers di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, arus balik diprediksi akan terbagi menjadi dua periode. Puncak arus balik pertama jatuh pada 24 Maret 2026 dan arus balik kedua diperkirakan akan jatuh mendekati masa berakhirnya periode libur di sekitarnya tanggal 29 aret 2026.
Adapun secara keseluruhan, selama periode H-10 hingga H+10 atau periode 11 Maret hingga 31 Maret 2026 diperkirakan otal kendaraan yang bergerak meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
Secara persentase sebaran, mayoritas pengguna jalan tol hingga 50% dari 3,5 juta kendaraan akan bergerak menuju Timur wilayah Trans Jawa, baik menuju Cipularang, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.
Baca Juga
- Jasa Marga (JSMR): Diskon Tarif Tol 30% Tak Pengaruhi Target Laba 2026
- Hore! 4 Ruas Tol Jasa Marga (JSMR) Dibuka Gratis saat Lebaran
- Daftar Tarif Tol Trans Jawa Lebaran 2026, Jakarta-Semarang Rp473.500
Sementara itu, sisanya yakni sebesar 28% akan bergerak ke arahan Merak dan 20% menuju wilayah Selatan Jakarta atau Bogor.
"Nah yang mesti diantisipasi adalah yang 50% [dari 3,5 juta kendaraan] bergerak ke Timur. Karena ini akan terbagi kembali 57% ke arah Trans Jawa dan 42% sekian ini adalah yang ke arah Cipularang," pungkasnya.
Berdasarkan catatan Bisnis, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksikan puncak arus mudik Lebaran 2026/1447 H akan terjadi pada 18 Maret, dan mayoritas menuju wilayah Jawa Tengah.
Dudy menyebutkan, berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, kepadatan memang akan terjadi pada H-2 Lebaran tersebut. Namun, melalui kebijakan work from anywhere (WFA), harapannya kepadatan dapat tersebar di hari-hari yang lain.
"Hitungannya 18 Maret [puncak arus mudik]. Tetapi dengan WFA kami harapkan puncak itu bisa kami sebar terdistribusi ke tanggal-tanggal dari mulai hari Jumat [13/3/2026],” ujarnya di Stasiun Gambir, dikutip pada Rabu (25/2/2026).
Secara umum, dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta).




