Grid.ID - Pihak dokter Reza Gladys mengungkapkan kekesalannya terhadap dokter Samira Farahnaz atau Doktif. Pasalnya, Doktif dinilai terus menerus menjelek-jelekkan produk skincare milik Reza Gladys.
Kuasa hukum Reza Gladys, Surya Batubara, pun mempertanyakan kapasitas Doktif yang berani melakukan penilaian terhadap produk skincare.
"Jadi sesuai dengan apa yang telah dikeluarkan peraturan oleh BPOM tahun 2025, bahwa yang me-review itu tidak bisa individu, tapi harus BPOM," ujar Surya Batubara di Pengadilan Negeri Jakarta Selaran, Selasa (10/3/2026).
"Untuk itu, kami harapkan kepada Kepala BPOM tolong sikapi dengan tegas oknum-oknum, khususnya ini doktif yang me-review merek yang merupakan saingan dia," lanjutnya.
Surya juga menyinggung hasil uji laboratorium yang sering ditampilkan Doktif. Ia menilai alat uji tersebut tidak bisa dipercaya dan membandingkan dengan laboratorium milik BPOM.
"Alat labnya BPOM itu, itu canggih ya, bukan abal-abal ya. Doktif itu labnya itu abal-abal ecek-ecek! Ya, cuman karena mulutnya lebih canggih daripada alatnya, semua terprovokasi," sindirnya.
Hal serupa disampaikan kuasa hukum lainnya, Robert Par Uhum. Ia meminta Doktif berhenti menjatuhkan bisnis orang lain.
"Cari makanlah yang benar ya, jangan cari makan dengan mem-bully dokter Reza, memfitnah, menjelek-jelekkan dokter Reza ya, bertobatlah! Kalaupun ada suatu yang salah, proseslah secara hukum," ucap Robert.
Sementara itu, kuasa hukum Reza lainnya, Julianus Sembiring menegaskan pihaknya siap mengambil langkah hukum jika situasi ini tidak ditangani dengan tegas.
"Kalau Badan POM tidak tegas dalam hal ini, ya kami akan laksanakan upaya-upaya hukum. Kenapa? Kami kan mempunyai hak ya, klien kami punya hak untuk tidak dibuka rahasia dagangnya oleh pihak lain yang tidak mempunyai legal standing," pungkas Julianus. (*)
Artikel Asli


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F11%2F56f3c75fb19284b02a798ee80277ade0-DSC09851.jpg)

