Bitcoin Mulai Pulih, Harga BTC Berpeluang Naik Lagi ke Rp1,2 Miliar

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Harga aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami penurunan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan harga terbaru memunculkan harapan baru bagi investor bahwa momentum pasar bisa kembali berbalik ke arah positif.

Pemulihan ini terjadi setelah Bitcoin berhasil mempertahankan level support penting dan mulai bergerak naik secara bertahap. Meski demikian, sejumlah analis menilai pasar masih berada dalam fase konsolidasi, sehingga arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus sejumlah level resistensi krusial.

Baca Juga :
Bitcoin Tiba-tiba Jatuh di Bawah US$70.000 Usai Trump Sinyalkan Perang Segera Berakhir
Harga Bitcoin Terbang Tembus US$68.000 Usai Serangan AS–Israel ke Iran

Melansir dari TradingView, Selasa, 10 Maret 2026, harga Bitcoin sebelumnya melanjutkan tren penurunan hingga turun di bawah US$66.500 atau sekitar Rp1,11 miliar (asumsi kurs Rp16.800). Aset kripto ini bahkan sempat menguji area support di sekitar US$65.500 atau setara Rp1,10 miliar sebelum akhirnya muncul tekanan beli dari investor.

Titik terendah terbaru terbentuk di level US$65.646 atau sekitar Rp1,10 miliar. Setelah itu, harga mulai membentuk gelombang pemulihan dan bergerak naik kembali.

Bitcoin kemudian berhasil menembus beberapa level resistensi penting di kisaran US$67.200 atau sekitar Rp1,13 miliar dan US$67.500 atau sekitar Rp1,13 miliar. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali masuk ke pasar.

Bahkan, tekanan beli dari kelompok investor bullish mampu mendorong harga melampaui level retracement Fibonacci 23,6 persen dari penurunan sebelumnya, yaitu dari puncak US$74.062 atau sekitar Rp1,24 miliar hingga titik terendah US$65.646.

Namun demikian, tekanan dari investor bearish masih cukup kuat, terutama ketika harga mendekati area US$70.000 atau sekitar Rp1,18 miliar.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di atas US$68.000 atau sekitar Rp1,14 miliar serta berada di atas indikator rata-rata pergerakan sederhana 100 jam.

Meski begitu, analis mencatat adanya garis tren penurunan penting yang membentuk area resistensi di sekitar US$69.250 atau sekitar Rp1,16 miliar pada grafik per jam pasangan BTC/USD.

Jika harga mampu bertahan stabil di atas level US$67.500 atau sekitar Rp1,13 miliar, maka Bitcoin berpotensi mencoba kenaikan lanjutan.

Resistensi terdekat berada di sekitar US$69.250 atau Rp1,16 miliar. Sementara itu, resistensi penting berikutnya berada di kisaran US$69.600 atau sekitar Rp1,17 miliar, yang juga bertepatan dengan level retracement Fibonacci 50 persen dari penurunan sebelumnya.

Baca Juga :
Bitcoin Tiba-Tiba Ambruk ke US$63.000 Usai Serangan AS dan Israel ke Iran
Gawat! Bitcoin Ambruk ke US$62.000, Sentimen Global Picu Tekanan Besar
Bitcoin Mendadak Terjun, Likuditas Aset Kripto Lenyap Ratusan Juta Dolar Dalam 2 Jam

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan Sebut APBN Harus Jaga Kesejahteraan Rakyat di Tengah Dampak Konflik Global
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Bersiap Hadapi Kesulitas Imbas Konflik Timur Tengah
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim soal Sidang Adat Toraja, Ditanya 17 Pertanyaan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Bluebird Lirik Mobil PHEV untuk Armada Taksi
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Amarah Istri Siri Bunuh Suami di Tangerang Saat Korban Mau Nikah Lagi
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.