Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Mojtaba Khamenei resmi dilantik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran di tengah kehadiran jutaan warga.

  • Masyarakat Iran mengecam serangan Amerika dan Israel yang menewaskan pemimpin sebelumnya Ali Khamenei.

  • Eskalasi militer meningkat setelah Iran membalas serangan aset Amerika Serikat di Timur Tengah.

Suara.com - Lautan manusia memadati jantung kota Teheran guna menyaksikan momen bersejarah transisi kekuasaan tertinggi di Iran.

Warga dari berbagai penjuru berkumpul secara masif di Enghelab Square tepat pada Senin pukul 15.00 waktu setempat.

Atmosfer haru dan semangat membara menyelimuti para pendukung yang mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk penghormatan.

Bendera nasional Iran berkibar tinggi bersandingan dengan ribuan poster wajah Mojtaba yang diangkat oleh massa.

Prosesi sakral ini menandai dimulainya babak baru bagi kepemimpinan negara tersebut di tengah tensi global yang memanas.

Menurut Tasnim News Agency, pemerintah secara resmi mengonfirmasi kehadiran jutaan partisipan dalam acara pengambilan sumpah setia pemimpin tertinggi yang baru.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa kuatnya legitimasi publik yang diberikan kepada sosok penerus garis keturunan Khamenei ini.

Sorak-sorai yang menggetarkan telinga terus menggema di sepanjang area Enghelab Square sebagai bentuk dukungan moral yang nyata.

Kalimat-kalimat pengagungan terhadap pemimpin baru dan keyakinan akan perlindungan Tuhan menjadi nyawa utama dalam pertemuan besar itu.

Baca Juga: Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal

Warga yang hadir memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan protes keras terhadap tindakan militer pihak asing baru-baru ini.

Kemarahan publik ini dipicu oleh serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari silam.

Masyarakat secara terbuka mengecam operasi militer yang terjadi pada Juni tahun lalu yang dikenal sebagai Perang 12 Hari.

Aksi massa ini merupakan representasi dari keteguhan hati rakyat Iran untuk tetap berdiri tegak melawan gempuran musuh.

Media nasional menekankan bahwa semangat yang ditunjukkan jutaan orang ini adalah pesan peringatan bagi pihak lawan di luar sana.

Pemerintah menggambarkan antusiasme tersebut sebagai bukti bahwa rakyat tak akan pernah menyerah dalam kondisi sesulit apa pun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Denza B5 Segera Meluncur di Pasar Indonesia, Kapan?
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
PT Bukit Asam Sukses Panen Raya Padi Hasil Inovasi Kalium Humat Batu Bara
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Tangis Ibunda Vidi Aldiano Pecah Saat Sentuh Tanah Makam sang Putra
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Jadwal UTBK-SNBT 2026 Resmi Dirilis, Catat Persyaratan dan Ketentuan Lengkapnya!
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Pemerintah Jamin Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Lebaran
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.