EtIndonesia. Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa pada 8 Maret, pasukan AS menyerang sebuah kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di wilayah Pasifik Timur. Penyerangan ini mengakibatkan enam pria tewas. Operasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Donald Trump untuk menindak kelompok yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba.
Komandan United States Southern Command, Francis Donovan, menulis di platform X bahwa:
“Informasi intelijen telah mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut sedang berlayar di jalur penyelundupan narkoba yang terkenal di Pasifik Timur dan sedang melakukan aktivitas penyelundupan narkoba.”
Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), insiden ini merupakan bagian dari operasi yang diklaim Amerika Serikat untuk memerangi kapal-kapal milik kartel narkoba. Namun pihak AS tidak memberikan bukti mengenai narkoba yang diselundupkan.
Sejak September tahun lalu, operasi penindakan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap penyelundupan narkoba dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 150 orang tewas.
Pada 7 Maret, Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para pemimpin Amerika Latin mendorong mereka untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam melakukan tindakan militer terhadap kartel narkoba dan organisasi kejahatan lintas negara.
Ia menyatakan bahwa kelompok-kelompok tersebut telah menjadi “ancaman yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional” negara-negara kawasan. (hui)





