Koordinator Jaringan Pembalakan Liar di Taman Nasional Baluran Berhasil Ditangkap Kementerian Kehutanan

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum berhasil menangkap salah satu aktor kunci jaringan pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, yakni seorang pria berinisial AH yang diduga berperan sebagai koordinator kelompok penebang ilegal di kawasan tersebut.

AH ditangkap oleh tim Balai Gakkum Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kementerian Kehutanan di Kabupaten Situbondo pada 4 Maret 2026 setelah sebelumnya mangkir dari dua kali panggilan penyidik sebagai saksi.

AH diketahui berperan sebagai pengendali operasional di lapangan serta mengoordinasikan beberapa tim penebang ilegal yang beroperasi di kawasan Taman Nasional Baluran.

Penetapan status tersangka terhadap AH dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil setelah ditemukan alat bukti yang cukup terkait keterlibatannya dalam jaringan pembalakan liar tersebut.

Pengembangan Kasus Pembalakan Liar

Kasus ini bermula pada 16 November 2023 ketika tim operasi gabungan membuntuti sebuah mobil yang diduga mengangkut kayu hasil penebangan liar dari kawasan Taman Nasional Baluran.

Mobil tersebut kemudian ditemukan dalam keadaan ditinggalkan oleh pelaku di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Di lokasi tersebut petugas menemukan muatan kayu jati gelondongan yang jatuh dari kendaraan.

Petugas kemudian mengamankan 10 gelondong kayu jati serta satu unit mobil yang digunakan untuk mengangkut kayu tersebut.

Penyidik Gakkum Kementerian Kehutanan selanjutnya mengembangkan penyelidikan dari temuan tersebut hingga mengarah pada sejumlah pihak yang terlibat.

Pada 23 September 2025, penyidik berhasil menangkap tersangka lain berinisial HK yang diduga terkait dalam kasus yang sama.

Berkas perkara HK kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi untuk proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pengembangan penyidikan terhadap kasus HK, keterlibatan AH semakin kuat terungkap hingga akhirnya berhasil diamankan.

Aparat Kejar Pelaku Lain dalam Jaringan

Kepala Balai Gakkum Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kementerian Kehutanan Aswin Bangun menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak berhenti pada satu pelaku.

Ia mengatakan, "Penanganan perkara ini tidak berhenti pada satu nama. Jaringan pelaku pembalakan liar di Taman Nasional Baluran telah kami petakan dan para pihak yang masuk dalam daftar pencarian terus kami buru satu per satu".

Aswin juga mengimbau pelaku lain yang masih buron agar segera menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.

Ia menambahkan, "Kami mengimbau pihak-pihak lain yang masih buron agar menyerahkan diri, penegakan hukum akan terus kami jalankan secara tegas hingga seluruh mata rantai pelaku, termasuk pihak yang menikmati hasil kejahatan ini dapat diungkap".

Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutanan Kementerian Kehutanan Yazid Nurhuda menegaskan bahwa pembalakan liar di kawasan taman nasional merupakan kejahatan serius.

Ia menjelaskan, "Pembalakan liar tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga merusak tata niaga kayu yang sehat. Ketika kayu ilegal masuk ke pasar dengan harga murah, pelaku usaha yang patuh justru dirugikan oleh persaingan yang tidak adil".

Yazid menambahkan bahwa Taman Nasional Baluran memiliki nilai penting yang melampaui nilai ekonomi kayu semata.

Ia menyatakan kawasan tersebut merupakan etalase keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus mencerminkan wibawa negara dalam menjaga kekayaan alam bangsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Ungkap 4 Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah Berisi Minyak Mentah
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ada Aktivitas Pengelolaan Terorganisir di Gunungan Sampah 5,8 Hektare Cilincing
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Akan Sampaikan Taklimat Imbas Perang di Timur Tengah
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Prabowo: KSAD Jenderal Maruli Lakukan Hal Besar Bila Capai Target Pembangunan Jembatan
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Film Kriminal “The Ultimate Duo” Akhirnya Tayang Setelah Tertunda Tujuh Tahun
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.