BI: Posisi Investasi Internasional RI Naik pada Kuartal IV/2025

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan kewajiban posisi investasi internasional (PII) Indonesia naik pada akhir kuartal IV/2025, dengan kewajiban neto sebesar US$272,6 miliar. Angka itu naik dibandingkan dengan kewajiban neto sebesar US$261,8 miliar pada akhir kuartal III/2025.

Kewajiban utang maupun pinjaman internasional tersebut setara dengan Rp4.544,2 triliun (kurs JISDOR per 31 Desember 2025 sebesar Rp16.670 per dolar AS).

"Peningkatan kewajiban neto tersebut dipengaruhi oleh kenaikan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri [KFLN] yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri [AFLN]," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Denny merincikan bahwa posisi AFLN Indonesia naik karena didorong peningkatan cadangan devisa dan investasi langsung. Adapun, posisi AFLN tercatat sebesar akhir kuartal IV/2025 sebesar US$558,5 miliar, meningkat dari US$545,5 miliar pada periode sebelumnya.

Sementara itu, posisi KFLN Indonesia juga meningkat terutama dipengaruhi oleh peningkatan posisi investasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. Posisi KFLN pada akhir kuartal IV/2025 tercatat sebesar US$831,1 miliar, naik dari US$807,3 miliar pada akhir kuartal III/2025.

Denny mengaku bahwa peningkatan KFLN ditopang oleh aliran masuk modal asing pada investasi portofolio, investasi langsung, dan investasi lainnya yang mencerminkan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia. Peningkatan posisi KFLN, sambungnya, juga dipengaruhi oleh penguatan indeks harga saham domestik.

Baca Juga

  • Indeks Harga Impor Kuartal IV/2025 Terkerek Naik 3,65%
  • Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun pada Februari 2025
  • Ramadan, Optimisme Konsumen di Malang Tetap Terjaga

"Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan IV 2025 dan keseluruhan tahun 2025 tetap terjaga, sehingga mendukung ketahanan eksternal," jelasnya.

Alasannya, rasio PII Indonesia pada triwulan III/2025 terjaga sebesar 18,8% terhadap PDB. Selain itu, Denny menyatakan struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,2%) terutama dalam bentuk investasi langsung.

Di samping itu, dia menyatakan BI senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.

"Selain itu, Bank Indonesia juga akan terus memantau potensi risiko terkait perkembangan kewajiban neto PII terhadap perekonomian Indonesia," tutup Denny.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dampak Perang Timur Tengah, Bangladesh Batasi BBM dan Tutup Sekolah | KOMPAS SIANG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Alasan Elon Musk dan Mark Zuckerberg Tetap Kredit Properti Meski Bisa Beli Segalanya
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Krisis Timur Tengah: Urgensi Memperkuat Ketahanan Energi Indonesia
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Puan Maharani Tegaskan DPR RI Perkuat Diplomasi Parlemen di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
• 48 menit lalupantau.com
thumb
Pemkot: Pemberangkatan mudik gratis dari Kota Malang pada 17 Maret
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.