Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah diperkirakan mulai terjadi pada 13 April 2026, dengan puncak pergerakan kendaraan diprediksi berlangsung pada 17 hingga 18 April 2026. Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna memastikan kelancaran perjalanan pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan prediksi tersebut diperoleh dari hasil rapat koordinasi lintas sektoral antara kepolisian dan berbagai instansi terkait dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Menurutnya, pergerakan pemudik diperkirakan mulai terlihat sejak pertengahan Maret seiring dimulainya masa libur di sejumlah instansi pemerintahan maupun sekolah.
“Pada tanggal 13 diperkirakan sudah mulai terjadi arus mudik, karena sebagian instansi pemerintahan dan sekolah sudah mulai meliburkan kegiatan. Biasanya pada sore hari sudah mulai terlihat pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” kata Hendra usai menghadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan, meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran menjadi perhatian utama aparat kepolisian, khususnya di wilayah Jawa Barat yang menjadi jalur utama penghubung antara Jakarta dan berbagai daerah di Pulau Jawa.
Selain menjadi daerah tujuan mudik, Jawa Barat juga dilalui pemudik yang menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga wilayah Sumatera melalui jalur penyeberangan.
Berdasarkan hasil analisis kepolisian, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 dan 18 April 2026. Pada periode tersebut volume kendaraan diperkirakan meningkat signifikan di berbagai ruas jalan, terutama di jalan tol dan jalur arteri utama.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, kepolisian menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional, salah satunya contraflow atau penambahan lajur sementara pada ruas jalan yang mengalami kepadatan.
Selain itu, Kepolisian juga menyiapkan skema sistem satu arah (one way) di jalan tol guna memperlancar arus kendaraan dari arah barat menuju timur Pulau Jawa.
“Dari Korlantas Polri sudah menyampaikan bahwa akan diterapkan sistem one way dari Jakarta menuju Banyumanik, Semarang. Untuk wilayah Jawa Barat titik awalnya berada di sekitar kilometer 70 ruas tol,” jelasnya.
Rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi kepadatan kendaraan di lapangan. Jika volume kendaraan meningkat sebelum puncak arus mudik, maka langkah awal yang akan diterapkan adalah contraflow.
Polda Jawa Barat juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan baik serta mengikuti informasi lalu lintas yang disampaikan oleh pihak kepolisian.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan memanfaatkan berbagai program pemerintah seperti mudik gratis, penambahan hari libur, hingga kebijakan penurunan tarif tol yang bertujuan untuk mendistribusikan waktu perjalanan pemudik agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
Dengan berbagai langkah tersebut, kepolisian berharap arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih lancar dan aman bagi masyarakat.





