Jakarta (ANTARA) - Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi memastikan keamanan angkutan karena seluruh bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk ke dalam terminal mengikuti pemeriksaan baik kendaraan maupun sopir yang akan mengantarkan penumpang dalam Arus Mudik 2026.
“Kami sudah dua hari melakukan pemeriksaan kelaikan (ramp chek) terhadap bus yang akan berangkat oleh Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB),” kata Sandi di Jakarta, Selasa.
Pada pemeriksaan yang dilakukan pada Senin (9/3) dari delapan bus yang diperiksa, tiga dinyatakan laik jalan dan lima tidak laik jalan karena ditemukan penggunaan ban vulkanisir, pintu darurat terhalang kursi, alat pemecah kaca tidak lengkap,
“Selain itu ada kerusakan tangga penumpang," bebernya.
Sementara pada pemeriksaan hari ini, dari enam bus yang diperiksa, lima dinyatakan laik jalan dan satu tidak laik jalan karena ban gundul, alat pemadam api ringan (APAR) yang kedaluwarsa, serta kelonggaran pada sistem kemudi.
Hasil pemeriksaan itu, kata Sandi, langsung ditindaklanjuti dengan mengimbau perusahaan otobus melengkapi persyaratan agar perjalanan tetap aman bagi penumpang.
Baca juga: Sopir bus di Terminal Tanjung Priok jalani tes urine hingga kesehatan
Pihaknya memastikan dalam menghadapi arus mudik, pengelola terminal juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung.
Sandi mengimbau masyarakat yang akan mudik agar tetap memperhatikan aspek keamanan selama perjalanan. Pemudik perlu memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan serta tidak mengenakan perhiasan mencolok saat bepergian.
"Semoga dengan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan dan kesiapan fasilitas, arus mudik di Terminal Tanjung Priok dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat," kata dia.
Selain itu pihaknya membuka posko kesehatan bekerja sama dengan puskesmas dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Ini termasuk pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi pengemudi," kata dia.
Baca juga: Lima bus di Terminal Bus Tanjung Priok tak lulus uji
“Kami sudah dua hari melakukan pemeriksaan kelaikan (ramp chek) terhadap bus yang akan berangkat oleh Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB),” kata Sandi di Jakarta, Selasa.
Pada pemeriksaan yang dilakukan pada Senin (9/3) dari delapan bus yang diperiksa, tiga dinyatakan laik jalan dan lima tidak laik jalan karena ditemukan penggunaan ban vulkanisir, pintu darurat terhalang kursi, alat pemecah kaca tidak lengkap,
“Selain itu ada kerusakan tangga penumpang," bebernya.
Sementara pada pemeriksaan hari ini, dari enam bus yang diperiksa, lima dinyatakan laik jalan dan satu tidak laik jalan karena ban gundul, alat pemadam api ringan (APAR) yang kedaluwarsa, serta kelonggaran pada sistem kemudi.
Hasil pemeriksaan itu, kata Sandi, langsung ditindaklanjuti dengan mengimbau perusahaan otobus melengkapi persyaratan agar perjalanan tetap aman bagi penumpang.
Baca juga: Sopir bus di Terminal Tanjung Priok jalani tes urine hingga kesehatan
Pihaknya memastikan dalam menghadapi arus mudik, pengelola terminal juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung.
Sandi mengimbau masyarakat yang akan mudik agar tetap memperhatikan aspek keamanan selama perjalanan. Pemudik perlu memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan serta tidak mengenakan perhiasan mencolok saat bepergian.
"Semoga dengan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan dan kesiapan fasilitas, arus mudik di Terminal Tanjung Priok dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat," kata dia.
Selain itu pihaknya membuka posko kesehatan bekerja sama dengan puskesmas dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Ini termasuk pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi pengemudi," kata dia.
Baca juga: Lima bus di Terminal Bus Tanjung Priok tak lulus uji





