Jakarta (ANTARA) - Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin Iskandar menyapa sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Sejumlah pihak yang disapa dan diajak dialog oleh Rustini adalah pengasuh maupun santri Pondok Pesantren Al Adalah hingga pengungsi lainnya.
"Saya bersyukur bisa bersilaturahmi dengan para korban tanah bergerak di sini. Mereka memang membutuhkan uluran bantuan dari kita semua," ujar Rustini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, dialog dengan para pengungsi menunjukkan sebagian besar kebutuhan dasar selama berada di pengungsian sudah terpenuhi.
Namun, kata istri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar itu, yang paling dibutuhkan para pengungsi saat ini adalah tempat hunian.
Oleh sebab itu, dia mengatakan pemerintah bersama berbagai pihak tengah membangun hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak yang ditargetkan dapat segera ditempati oleh para pengungsi dalam waktu dekat.
"Sementara ini akan dibangun hunian sementara. Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah bisa mereka tempati. Targetnya tanggal 15 Maret ini sudah terbangun sekitar 250 unit huntara,"katanya.
Rustini mengatakan pembangunan hunian tersebut akan dilakukan secara bertahap. Kendati demikian, dia optimistis prosesnya dapat berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak di daerah.
"Tentu pembangunannya bertahap. Akan tetapi, dengan kekompakan pemerintah daerah, DPR RI, DPRD, serta semua pihak di sini, saya optimistis Padasari bisa segera bangkit," ujarnya.
Sementara itu, dia turut mengapresiasi kekompakan para pihak yang membantu warga terdampak bencana.
Rustini mengapresiasi pemerintah daerah, anggota DPR RI maupun anggota DPRD Jateng karena menunjukkan solidaritas yang kuat dalam penanganan bencana, terutama kehadiran dari kader Partai Kebangkitan Bangsa.
"Saya bersyukur karena bupati, anggota DPR RI, serta anggota DPRD provinsi dari PKB semuanya hadir di sini dan bersatu membantu warga," katanya.
Sejumlah pihak yang disapa dan diajak dialog oleh Rustini adalah pengasuh maupun santri Pondok Pesantren Al Adalah hingga pengungsi lainnya.
"Saya bersyukur bisa bersilaturahmi dengan para korban tanah bergerak di sini. Mereka memang membutuhkan uluran bantuan dari kita semua," ujar Rustini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, dialog dengan para pengungsi menunjukkan sebagian besar kebutuhan dasar selama berada di pengungsian sudah terpenuhi.
Namun, kata istri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar itu, yang paling dibutuhkan para pengungsi saat ini adalah tempat hunian.
Oleh sebab itu, dia mengatakan pemerintah bersama berbagai pihak tengah membangun hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak yang ditargetkan dapat segera ditempati oleh para pengungsi dalam waktu dekat.
"Sementara ini akan dibangun hunian sementara. Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah bisa mereka tempati. Targetnya tanggal 15 Maret ini sudah terbangun sekitar 250 unit huntara,"katanya.
Rustini mengatakan pembangunan hunian tersebut akan dilakukan secara bertahap. Kendati demikian, dia optimistis prosesnya dapat berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak di daerah.
"Tentu pembangunannya bertahap. Akan tetapi, dengan kekompakan pemerintah daerah, DPR RI, DPRD, serta semua pihak di sini, saya optimistis Padasari bisa segera bangkit," ujarnya.
Sementara itu, dia turut mengapresiasi kekompakan para pihak yang membantu warga terdampak bencana.
Rustini mengapresiasi pemerintah daerah, anggota DPR RI maupun anggota DPRD Jateng karena menunjukkan solidaritas yang kuat dalam penanganan bencana, terutama kehadiran dari kader Partai Kebangkitan Bangsa.
"Saya bersyukur karena bupati, anggota DPR RI, serta anggota DPRD provinsi dari PKB semuanya hadir di sini dan bersatu membantu warga," katanya.




