Grid.ID - Insiden longsor di Bantargebang sebabkan empat orang korban jiwa dan beberapa lainnya masih hilang. Dedi Mulyadi turut berduka, ungkap harapan untuk ke depannya.
Insiden longsor di zona IV Bantargebang terjadi pada Minggu (8/3/2026). Akibatnya, ada empat orang ditemukan meninggal dunia dan beberapa lainnya masih belum ditemukan.
Kronologi
Peristiwa bermula saat sejumlah truk sampah sedang mengantre untuk membuang muatan di area TPST Bantargebang. Anggota rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban mengatakan jika longsoran terjadi secara tiba-tiba.
“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah," ujar Eko, dikutip dari Kompas.com.
Longsoran sampah tidak hanya mengenai sopir truk yang sedang mengantre di lokasi. Namun sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga ikut tertimbun.
"Masyarakat yang ada di warung juga ikut tertumpuk longsoran sampah," tambahnya.
Saat ini pencarian korban masih dilakukan. Ada sebanyak 15 unit ekskavator dikerahkan untuk membuka timbunan sampah dan mempercepat proses pencarian.
"Tercatat ada 336 personel gabungan dari Basarnas lalu TNI Polri kemudian BPBD, Dinas Kesehatan, DLH, Damkar, Satpol PP dan pihak terkait (terlibat pencarian korban)," ujar Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta Akhmad Rizkiansyah.
Selain melakukan pencarian korban, tim gabungan juga menemukan kendaraan yang sebelumnya tertimbun material longsoran sampah. Di lokasi juga disiagakan tim dokter kepolisian dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk membantu proses identifikasi korban selama proses pencarian berlangsung.
Dedi Mulyadi Ikut Berduka
Insiden longsor di Bantargebang telah menyebabkan empat orang korban jiwa dan beberapa lainnya masih hilang. Dedi Mulyadi turut berduka. Ia juga mengungkap harapan untuk ke depannya.
"TPA ini merupakan tempat pembuangan sampahnya warga Jakarta yang dikelola oleh Pemprov Daerah Khusus Jakarta."
"Dari peristiwa ini, ada empat orang meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian," ujar Dedi, dikutip dari Tribun Jabar.
Sang gubernur lantas mengungkap harapan dirinya terkait insiden tersebut. Termasuk pengelolaan yang baim agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.
"Semoga yang meninggal dunia diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, yang dalam pencarian semoga lekas ditemukan," tutur Dedi.
"Semoga TPA Bantargebang bisa ditangani dengan baik dan tidak terjadi longsor lagi."
"Jadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi kita agar kita senantiasa waspada setiap saat, karena musibah seringkali terjadi tanpa diduga," tambahnya. (*)
Artikel Asli




