Dedi Mulyadi Bereaksi Usai TPST Bantargebang Bekasi Longsor, Singgung Soal Musibah

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDDedi Mulyadi kini bereaksi usai TPST Bantargebang Bekasi longsor. Gubernur Jabar singgung soal musibah.

Longsor gunungan sampah setinggi 50 meter terjadi di TPST Bantargebang, Bekasi, pada Minggu (8/3/2026), menimbun antrean truk dan warung. Tercatat 13 korban; 4 orang meninggal dunia, 4 selamat, dan 5 lainnya masih dalam pencarian.

Terbaru, Dedi Mulyadi bereaksi usai TPST Bantargebang Bekasi longsor. Gubernur Jabar singgung soal musibah.

Longsor terjadi di Zona IV dengan tumpukan sampah setinggi sekitar 50 meter. Dalam rekaman video yang beredar, tumpukan sampah itu menimpa antrean truk di bawahnya, termasuk warung yang berada di sekitar lokasi.

Hingga saat ini, terdapat empat korban tewas, yaitu Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedi Sutrisno (22), dan Iwan Supriyatin (40). Menanggapi kejadian ini, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa TPST Bantargebang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"TPA ini merupakan tempat pembuangan sampahnya warga Jakarta yang dikelola oleh Pemprov Daerah Khusus Jakarta," ucap Dedi Mulyadi dalam unggahannya di media sosial, Senin (9/3/2026).

"Dari peristiwa ini, ada empat orang meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian," sambungnya.

Dedi Mulyadi pun menyampaikan doa kepada para korban dari insiden longsor gunungan sampah ini.

"Semoga yang meninggal dunia diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, yang dalam pencarian semoga lekas ditemukan," tutur Dedi Mulyadi.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga berharap TPST Bantargebang bisa mendapatkan pengelolaan yang baik agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari.

"Semoga TPA Bantargebang bisa ditangani dengan baik dan tidak terjadi longsor lagi," ujar Dedi Mulyadi.

 

Mantan Bupati Purwakarta itu juga meminta agar insiden ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

"Jadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi kita agar kita senantiasa waspada setiap saat, karena musibah seringkali terjadi tanpa diduga," tutupnya.

Melansir dari Kompas.com, longsor ini terjadi ketika beberapa truk sampah sedang mengantri untuk membuang muatannya di TPST Bantargebang pada Minggu siang. Menurut keterangan dari anggota Damkar Kota Bekasi, Eko Uban, longsor tersebut terjadi secara mendadak.

"Saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah," kata Eko saat dikonfirmasi, Minggu.

Tak hanya sopir truk, beberapa warga di sekitar lokasi juga ikut tertimbun longsoran. Eko menambahkan, warga yang berada di warung sekitar area pembuangan juga menjadi korban akibat runtuhnya tumpukan sampah.

"Masyarakat yang ada di warung ikut tertumpuk longsoran sampah," kata Eko.

Akibat insiden ini, total terdapat 13 korban, terdiri dari sopir truk, warga sekitar, dan pemulung. Dari jumlah tersebut, empat orang tewas, empat selamat, sementara lima lainnya masih dinyatakan hilang.

Petugas gabungan kemudian menggelar operasi pencarian untuk menemukan korban yang diduga masih terjebak di bawah material sampah.

Proses evakuasi korban longsor di TPST Bantargebang berlanjut pada hari kedua, Senin (9/3/2026), dimulai pukul 08.00 WIB. Kasi Ops Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, menyampaikan bahwa pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkar, dan Satpol PP.

"Untuk sampai pagi hari ini ini kami lakukan evakuasi pencarian hari kedua, jadi untuk personil pada hingga pagi hari ini kurang lebih tercatat 336 personil gabungan," kata Rizkiansah di lokasi, Senin (9/3/2026), dikutip dari Wartakotalive.com.

Rizkiansah menambahkan, evakuasi difokuskan pada lima orang yang diduga masih hilang akibat tertimbun longsoran.

 

Kelima korban itu terdiri dari dua sopir truk sampah dan tiga pemulung. Proses evakuasi dibantu dengan alat berat berupa ekskavator milik DLH sebanyak kurang lebih 15 unit.

"Untuk update hingga pagi hari ini total itu ada 13 korban, empat orang sudah ditemukan selamat dan empat orang ditemukan meninggal dunia," tutur Akhmad.

"Sisanya ada lima orang sesuai dengan laporan yang masuk dari kepolisian tengah diupayakan dievakuasi," jelasnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bekali Gen Z dan Milenial Siap Kerja, Menaker Yassierli Tekankan 3 Hal Penting Ini
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Jateng Alokasikan Rp6 M untuk THR 13.077 PPPK Paruh Waktu
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Tegas, Trump Ancam Spanyol
• 13 menit lalurealita.co
thumb
Prediksi Skor Atalanta vs Bayern Munchen Dini Hari Nanti, Susunan Pemain dan Head to Head
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Pilih Berangkat Lebih Awal, Pemudik Roda 2 Mulai Padati Pelabuhan Merak
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.