REPUBLIKA.CO.ID,PYONGYANG — Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mengungkapkan, peluncuran rudal kapal perusak Angkatan Laut Korea Utara yang dilakukan pekan lalu memicu analisis dari pemimpin tertinggi negara itu. Peluncuran tersebut, menurut Kim, merupakan bukti nyata bahwa mempersenjatai kapal perang dengan senjata nuklir tengah menunjukkan "kemajuan yang memuaskan".
Meski demikian, uji coba tersebut—bersama dengan penilaian Kim yang terkesan santai—dirancang untuk bergema jauh melampaui geladak kapal kelas perusak seberat 5.000 ton, Choe Hyon, yang merupakan kapal perang terbesar dalam armada Korea Utara saat ini, dilansir dari The Guardian.
Baca Juga
Selat Hormuz Tutup, Strategis Energi Prabowo Berjalan Mulus
Mutasi TNI Terbaru Sasar Pangdam Jaya dan Mandala Trikora
Empat Kota Bersatu di The Ultimate 10K Series, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah
Pernyataan tajam Kim mengenai senjata nuklir muncul di saat Amerika Serikat (AS) dan Israel melanjutkan pemboman udara terhadap Iran. Rezim Iran sendiri sebelumnya telah diperingatkan oleh Donald Trump, meski tanpa bukti kuat, hanya tinggal beberapa pekan lagi untuk memiliki senjata nuklir.
Meluasnya perang di Timur Tengah—dan ancaman eksistensial terhadap rezim Iran—diyakini telah memperkuat keputusan Korea Utara untuk membangun arsenal nuklir. Bagi Kim dan dinasti yang telah memerintah Korea Utara sejak didirikan oleh kakeknya pada 1948, program nuklir bukan sekadar pamer kekuatan, melainkan soal kelangsungan hidup rezim.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kim pasti berpikir bahwa Iran diserang seperti itu karena tidak memiliki senjata nuklir,” ujar Song Seong-jong, profesor di Universitas Daejeon sekaligus mantan pejabat kementerian pertahanan Korea Selatan, menanggapi meletusnya konflik di Timur Tengah.
Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) resmi menunjukkan rudal jelajah diluncurkan selama latihan yang dilakukan di Jakdo-dong, Provinsi Hamgyong Selatan, Korea Utara, 22 Maret 2023 (diterbitkan 24 Maret 2023). Menurut media pemerintah Korea Utara, uji coba tersebut melibatkan dua rudal jelajah strategis Hwasai-1 dan dua Hwasai-2, yang dilengkapi dengan hulu ledak uji simulasi hulu ledak nuklir. - ( EPA-EFE/KCNA )