RI-Vietnam Didorong Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Tengah Gejolak Global

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Vietnam (IVFA) menyampaikan bahwa Indonesia dan Vietnam perlu mempererat hubungan dan kerja sama di tengah transformasi global.

Ketua IVFA Budiarsa Sastrawinata menurutkan bahwa Indonesia dan Vietnam telah menjalin persahabatan sejak 1955 silam, yang kemudian tumbuh menjadi kemitraan strategis selama beberapa dekade.

Menurutnya, kedua negara juga menjadi bangsa dengan pertumbuhan ekonomi yang paling konsisten di Asean, sehingga memiliki peran penting untuk menentukan masa depan kawasan ini.

“Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan bilateral kita telah mendapatkan momentum baru melalui tata kelola tingkat tinggi yang intensif dan perluasan bidang kerja sama,” kata Budiarsa saat memberikan sambutan dalam agenda IVFA Ramadan Iftar di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Dia melanjutkan, Indonesia dan Vietnam memiliki komitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan investasi, ekonomi digital, pendidikan, ketahanan pangan, transisi energi, logistik dan transportasi, perhotelan, hingga kerja sama maritim.

Namun demikian, Budiarsa menyadari bahwa hubungan yang kuat perlu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi rakyat. Tak hanya oleh pemerintah dan dunia usaha, hal ini mesti diupayakan melalui penguatan hubungan antarmasyarakat.

Baca Juga

  • Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi RI Kalah dari Vietnam & Malaysia, Ini Alasannya
  • 3 Perusahaan Kaca RI Kena Tarif BMAD dari Vietnam: Xinyi hingga Asahimas (AMFG)
  • Perizinan Berbelit, Wamen Investasi Akui Iklim Usaha RI Kalah dari Vietnam

“Kita hidup di zaman transformasi global yang cepat. Rantai pasokan terus berkembang, teknologi digital membentuk ulang perekonomian, dan transisi menuju pembangunan berkelanjutan semakin cepat,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia menilai Indonesia dan Vietnam memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dalam pemenuhan aspek-aspek tersebut, serta untuk berkontribusi pada ketahanan dan daya saing kawasan Asia Tenggara.

Budiarsa memandang keterlibatan ekonomi belaka, tetapi juga hubungan yang dibangun atas dasar saling pengertian, kepercayaan, dan hubungan yang bermakna antarmasyarakat.

Menurutnya, organisasi seperti IVFA hadir untuk menghubungkan bukan hanya pasar, melainkan juga orang, gagasan, dan aspirasi bersama untuk masa depan.

“Dengan mendorong dialog, mendorong pertukaran budaya dan pendidikan, serta menciptakan platform di mana para pemimpin, profesional, akademisi, dan masyarakat dari kedua negara dapat berkolaborasi dan belajar satu sama lain,” pungkas Managing Director Ciputra Group ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Beri Sinyal Perang Lawan Iran Akan Selesai
• 11 jam laludetik.com
thumb
Dedi Mulyadi Bereaksi Usai TPST Bantargebang Bekasi Longsor, Singgung Soal Musibah
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Khamenei Tewas, Perusahaan Ini Langsung Rugi dan Masuk Pengadilan
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Laba Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun di Februari 2026
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kota Kecil Ini Dinobatkan Sebagai Destinasi Paling Ramah di Asia
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.