JAKARTA, DISWAY.ID-- Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari Iran. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa, 10 Maret 2026.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan bahwa proses pemulangan WNI dari Iran di kloter pertama ini berjalan dengan lancar. Meskipun ia tak menampik prosesnya cukup rumit.
BACA JUGA:Ini 7 Anime Winter 2026 Paling Dinanti yang Wajib Ditonton
BACA JUGA:Gus Ipul Jalin Silaturahmi dan Bagikan Paket Sembako Untuk 1500 KPM di Pasuruan
"Alhamdulillah, pada sore hari ini saya menerima kedatangan saudara-saudara kita kita yang kembali dari Teheran, yang tergabung dalam gelombang pertama proses repatriasi warga negara Indonesia," ujarnya di Terminal 3 Bandara Soetta, Selasa.
Sugiono merinci, teradapat 22 WNI yang tiba di Tanah Air pada hari ini Selasa, 10 Maret 2026. Puluhan lainnya masih dalam proses administrasi antrian pemulangan ke Indonesia.
"Sore ini ada 22 saudara-saudara kita yang kembali di gelombang pertama ini. Besok, 10 lagi yang berasal dari Iran," tutur Sugiono.
BACA JUGA:Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan
BACA JUGA:Libatkan 400 Mal, BINA Lebaran 2026 Targetkan Transaksi Rp53,38 Triliun
"Kemudian, gelombang kedua, saat ini persore ini sudah ada 36 yang mendaftarkan diri untuk berusaha repatriasi ke tanah air dari Iran," sambungnya.
Menlu memastikan bahwa negara tidak akan lepas tangan untuk melindungi para WNI di sejumlah wilayah konflik Timur Tengah.
Sejak serangan Amerika Serikat dan Iran Pecah, Kemenlu lanvsung menyiagakan perwakilan RI di negara-negara terdampak untuk memantau keselamatan para WNI.
"Kami dari Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi yang cukup berat, sangat berat, dengan perwakilan-perwakilan kita yang ada di negara-negara tersebut. Hari demi hari, jam demi jam, kita lakukan penilaian terhadap situasi," tukasnya.
Tangis WNI dari Iran Pecah Ketika Tiba di Tanah Air
Berdasarkan pantauan reporter Disway di Terminal 3 Bandara Soetta, 22 WNI itu tiba sekira pukul 19.00 WIB. Didampingi pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan jajaran terkait.
- 1
- 2
- »





