jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat meski saat ini ada konflik geopolitik antara Israel-Amerika Serikat dan Iran.
Hal itu dikatakan Aris saat datang ke Istana Negara, pada Selasa (10/3) untuk rapat bersama Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Dampak Konflik Geopolitik Global, Kadin Jabar Sebut Industri Tekstil Terancam
“Semuanya sudah dihitung ya. Pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat, enggak usah khawatir ya. Dengan adanya gejolak-gejolak perang antara Amerika, Israel, Iran itu,” ucap Aris.
Dia pun meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan konflik yang terjadi di Timur Tengah.
BACA JUGA: Terima Dubes Iran, Megawati Beri Kado Tenun Bali dan Ucapkan Selamat pada Mojtaba Khamenei
Aris menyebutkan secara pangan, energi, hingga bahan bakar minyak (BBM) masih tersedia.
“Semuanya setok ya, sudah oke kan semuanya, tercukupi. Enggak ada masalah lah, fundamental ekonomi Indonesia kan kuat,” kata dia.
BACA JUGA: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Megawati Kirim Surat Ucapan Selamat
Adapun, di hari sebelumnya, Presiden Prabowo meklaim bahwa Indonesia berada dalam posisi aman dalam menghadapi potensi krisis global, khususnya dalam hal ketahanan pangan.
Ketua Umum Partai Gerindra itu bilang, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Indonesia setidaknya tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.
“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tetapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” tutur Prabowo. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




