Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto datang dari kalangan ulama. Mustasyar PBNU, Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Turmudji Badaruddin, secara khusus memanjatkan doa agar Prabowo diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas memimpin bangsa, termasuk menyukseskan program pemberian makan bergizi bagi anak-anak sekolah.
Doa tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama pengusaha sekaligus tokoh masyarakat Yusuf Hamka alias Babah Alun. Dalam kesempatan itu, Babah Alun menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Insya Allah nanti ketemu Pak Kiai. Beliau juga mau ketemu. Beliau titip salam,” kata Babah Alun, seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (10/3).
Tuan Guru Bagu, sapaan akrab Turmudji mengatakan, dirinya belum memiliki kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo, namun ia mengikuti berbagai langkah kebijakan yang dilakukan. “Presiden Prabowo berbeda dari yang lain-lain. Belum ketemu saya,” ujarnya.
Babah Alun kemudian mengajak Tuan Guru Bagu untuk mendoakan Presiden Prabowo agar diberi kekuatan dalam menjalankan amanah memimpin Indonesia. “Kita doakan Pak Prabowo. Pak Kiai domain,” kata Babah Alun.
Tuan Guru Bagu lalu memimpin doa yang secara khusus memohonkan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan bagi Prabowo dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala negara.
“Bismillahirrahmanirahim. Ya Allah mudah-mudahan Prabowo diberi kesehatan kekuatan untuk menjalankan tugas demi bangsa dan negara. Ya Allah mudah-mudahan berdamai untuk keributan dunia ini oleh beliau. Dan kita percaya. Saya sering doain dia. Sering doain beliau. Mudah-mudahan kasih makan anak sekolah (MBG), banyak manfaatnya,” ujarnya melantunkan doa.
Doa tersebut diaminkan oleh Babah Alun. “Mudah-mudahan doa Pak Kiai kabul Allah kabulkan. Amin,” kata Babah Alun.
“Insya Allah,” jawab Tuan Guru Bagu. Usai doa tersebut, Tuan Guru Haji Turmudji melanjutkan doa menggunakan bahasa Arab yang kemudian diaminkan oleh Yusuf Hamka bersama istrinya Umi Aisyah serta keluarga kiai yang turut mendampingi.




