Menteri P2MI Puji Ekosistem Binawan: Role Model Penempatan Pekerja Migran Sektor Profesional

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, secara resmi melepas 344 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sektor profesional dalam acara seremonial yang berlangsung di Kamus Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta Timur, Selasa 10 Maret 2026. 

Para pekerja ini akan ditempatkan di berbagai negara di Asia dan Eropa untuk mengisi posisi strategis mulai dari perawat, insinyur (Gijinkoku), hingga pramugari.

Menteri Muktarudin memberikan apresiasi tinggi kepada Binawan Group sebagai pionir penempatan tenaga kerja sejak 1976. Menteri Mukhtarudin menilai ekosistem yang dibangun oleh pihak swasta tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing global.


Menteri P2MI Mukhtarudin melepas 344 calon pekerja migran profesional ke Asia dan Eropa. (Dok. Istimewa)? Ekosistem "Brain Circulation" dan One Stop Service Mukhtarudin menekankan pentingnya konsep brain circulation (sirkulasi talenta), di mana pekerja migran tidak hanya mencari nafkah di luar negeri, tetapi juga membawa kembali ilmu dan pengalaman untuk membangun tanah air.

"Kita harapkan mereka melakukan brain circulation. Ketika kontrak selesai, mereka kembali ke Indonesia untuk berwirausaha atau mengabdi kembali di sektor profesional. Banyak alumni yang kini mentransfer pengetahuan mereka kepada calon pekerja baru. Ini adalah ekosistem yang sehat," ujar Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin mengatakan bahwa Binawan University telah menjadi role model melalui layanan one stop service yang mencakup proses pendidikan, penempatan, hingga pemberdayaan purna-migran. Menjawab Tantangan Global: "Botol Bertemu Katupnya Menanggapi tingginya permintaan tenaga kerja dari negara-negara maju, Menteri P2MI Mukhtarudin menyoroti fenomena aging population (penuaan penduduk) yang melanda Eropa dan sebagian Asia seperti Jepang dan Korea Selatan.

Di sisi lain, Indonesia sedang menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang melimpah.
  Baca Juga: Wamen Christina Lepas 29 Perawat ke Jerman, Targetkan Lebih Banyak Penempatan Sektor Kesehatan
"Mereka butuh tenaga kerja produktif, kita punya kelebihan. Ini seperti botol bertemu katupnya. Sekarang orientasi kita adalah sektor profesional seperti hospitality, manufaktur, engineering, dan perawat," beber Menteri P2MI.

Bahkan, tercatat beberapa lulusan sarjana (S1) dari universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) turut memperkuat kompetensi mereka di Binawan sebelum berangkat ke Jepang untuk sektor manufaktur dan teknik. Jaminan Perlindungan di Tengah Eskalasi Global Terkait isu keamanan di beberapa wilayah penempatan, khususnya di Timur Tengah, Muktarudin menegaskan bahwa pemerintah tetap hadir melalui peran regulator dan fasilitator.
 
Pemantauan Ketat, KP2MI selalu berkoordinasi intensif dengan KBRI dan KJRI sebagai garda terdepan di negara penempatan. Adapun, layanan Hotline yakni menyediakan saluran komunikasi darurat bagi Pekerja Migran yang menghadapi kendala.

Menteri Mukhtarudin mengatakan bahwa kehadiran Negara memastikan perlindungan maksimal mulai dari pra-penempatan, masa kerja, hingga kepulangan (purna).

"Prinsipnya, negara tetap akan hadir. Perlindungan akan dilakukan secara maksimal bersama mitra penyalur yang kredibel," pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Felicia Tissue, Mantan Pacar Kaesang Pangarep Dilamar Kekasihnya: Keputusan Terbesar dalam Hidupku
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Produsen Minyak Wangi Gaharu dan Cendana di Jombang Kebanjiran Pesanan Saat Ramadan
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Foto: WNI dari Iran Tiba di Tanah Air
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
4 Tanda Orang Memiliki Standar Tinggi
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Korban Tewas Longsor TPST Bantargebang Jadi 6 Orang, Satu Orang Masih Dicari
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.