Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah korban tewas dari insiden longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menjadi enam orang per Senin (9/3/2026) malam setelah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta kembali menemukan dua jasad korban yang tertimbun longsoran.
"Pukul 12.05 WIB satu korban atas nama Jussova Situmorang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026), dikutip dari Antara.
Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB Tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang teridentifikasi bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia di pinggir kali tertumpuk timbunan sampah.
"Keduanya langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi," katanya.
Desiana menambahkan saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan jumlah korban berdasarkan keterangan saksi dan keluarga yang kehilangan keluarganya.
Ia juga menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencari korban longsor bersama 336 personel gabungan dengan mengerahkan alat berat, pasukan K9 untuk mencari tanda-tanda adanya korban.
Baca Juga
- Kronologi dan Penyebab Longsor di TPS Bantargebang Bekasi
- Longsor di TPST Bantargebang, Puncak Gunung Es Pengelolaan Sampah Jakarta
- Pemprov DKI Stabilisasi Area TPST Bantargebang untuk Cegah Longsor Susulan
"Selain itu pencarian juga dilakukan dengan menggunakan Drone Thermal untuk penyisiran melalui udara dengan mendeteksi panas tubuh," kata Desiana.
Berikut data terakhir korban longsoran sampah di TPST Bantargebang:
Jumlah total korban : 13 orang
Data korban selamat
1. Budiman (L)
2. Johan (L)
3. Safifudin (L)
4. Slamet
5. Ato
6. Dofir
Data korban meninggal dunia
1. Enda Widayanti (P, 25) (pemilik warung)
2. Sumine (P, 60) (pemilik warung)
3. Dedi Sutrisno (L) (sopir truk)
4. Irwan Supriatin (L) (sopir truk).
5. Jussova Situmorang (P, 38)
6. Hardianto
Data Korban dalam Pencarian
1. Riki





