Laba Industri Pinjol Tembus Rp2,27 Triliun, OJK Dorong Konsolidasi

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai konsolidasi di industri pendanaan daring atau peer-to-peer lending (pindar) akan menjadi bagian dari penguatan struktur industri ke depan. Konsolidasi dinilai penting untuk meningkatkan tata kelola sekaligus memperkuat ketahanan pelaku industri fintech lending.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan penguatan regulasi dan permodalan menjadi faktor yang mendorong terjadinya konsolidasi di industri tersebut.

“Industri pindar diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026 seiring penguatan regulasi dan permodalan untuk mendorong konsolidasi sebagai bagian dari penguatan struktur industri dan tata kelola,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Selasa (10/3/2026).

OJK menilai konsolidasi perlu dilakukan untuk memastikan kapasitas permodalan yang memadai sehingga pelaku industri mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.

Selain penguatan struktur industri, kinerja sektor fintech lending juga mencatat pertumbuhan positif. Tercatat, akumulasi laba industri pindar selama satu tahun hingga Desember 2025 mencapai Rp2,27 triliun dan masih berlanjut tumbuh pada awal 2026.

Baca Juga: Pindar Ingin Kebagian Dana Pemerintah Rp200 Triliun di Himbara, AFPI Ajukan Rp10 Triliun

Baca Juga: OJK Prediksi Pembiayaan Gadai dan Pinjol Naik Jelang Lebaran

Baca Juga: OJK Perketat Pengawasan Keamanan Siber Pinjol

“Akumulasi laba industri pindar selama satu tahun hingga Desember 2025 tercatat sebesar Rp2,27 triliun. Pada Januari 2026, industri pindar mencatat laba sebesar Rp158,33 miliar,” kata Agusman.

Pencapaian kinerja tersebut menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan industri masih terbuka meskipun pelaku usaha tetap perlu menjaga kualitas pembiayaan dan memperkuat manajemen risiko.

“Kinerja tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang tetap positif pada 2026 dengan tetap mengedepankan, antara lain, penguatan manajemen risiko dan kualitas pembiayaan,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Luar Ungkap Perang AS-Iran Terus Memanas, Ini Penyebabnya
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Pakar Transportasi Kritik Rencana Bahlil Konversi 120 Juta Motor Listrik
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Ledakan Besar di Tehran! Depot Minyak Iran Dibombardir, Negara-Negara Teluk Ikut Terseret Konflik
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Ibu-ibu Pilih Bra Impor Bekas di Pasar Senen untuk Dipakai pada Acara Tertentu
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Koordinator Pembalakan Liar di Taman Nasional Baluran Ditangkap di Situbondo
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.