JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) akhirnya kembali ke Tanah Air usai dievakuasi dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Salah satu WNI yang ikut dalam rombongan, Zulfan Lindan, menceritakan pengalaman menegangkan yang ia alami saat berada di Teheran sebelum akhirnya dievakuasi ke Tanah Air.
Zulfan mengatakan rombongan pertama yang berhasil dievakuasi sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan tersebut.
"Jadi, kami dari rombongan yang dievakuasi pertama pasti mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Indonesia," kata Zulfan dalam siaran Breaking News KompasTV, Selasa (10/3).
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kementerian Luar Negeri serta perwakilan Indonesia di sejumlah negara yang membantu proses evakuasi.
Baca Juga: Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik sampai Idulfitri
"Kepada Kemenlu terutama dan kepada kebutuhan-kebutuhan kita di tiga negara untuk Teheran, kemudian Azerbaijan dan Turki yang mengurusi kami dari awal sampai akhir dengan baik sekali," ujarnya.
Evakuasi Dimulai dari Undangan KBRI Teheran
Zulfan menjelaskan proses evakuasi diawali dengan pemberitahuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. Dua hari sebelum keberangkatan, para WNI menerima undangan untuk mengikuti proses evakuasi. Ia mengatakan tidak semua WNI langsung mendaftar untuk pulang.
"Kami pertama dua hari sebelum berangkat menerima surat undangan dari KBRI Teheran. Barang siapa yang siap untuk dievakuasi mengisi form dan banyak yang tidak mengisi," ujarnya.
Dari proses pendaftaran tersebut, 32 orang WNI akhirnya menyatakan kesiapan untuk mengikuti evakuasi pertama.
"Jadi, pada yang pertama sekali 32 orang mengisi langsung diberangkarkan," katanya.
Bom Melintas di Atas KBRI Teheran
Situasi keamanan di Teheran saat itu disebut cukup mencekam. Zulfan mengaku sempat merasakan langsung dampak dari serangan udara yang terjadi di sekitar wilayah tersebut. Menurut dia, beberapa bom bahkan sempat melintas di atas gedung KBRI.
"Situasinya mencekam ketika kami berada di KBR di Teheran, itu 10 bom di atas KBR lewat," ujarnya.
Ledakan tersebut cukup kuat hingga membuat kaca-kaca bangunan bergetar.
"Dan 1 kilo sampai 2 kilo itu bom itu luar biasa, sehingga kaca-kaca di kedutaan itu bergesar," kata Zulfan.
Karena situasi tersebut, para WNI sempat bersiap menuju ruang perlindungan di basement gedung KBRI.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- evakuasi wni iran
- konflik iran israel
- cerita wni teheran
- kbr i teheran
- perang iran israel
- konflik timur tengah





