Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai premi industri asuransi jiwa pada Januari 2026 turun sebesar 6,15% (year on year/YoY) menjadi Rp17,97 triliun. PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) menilai kontraksi tersebut lebih mencerminkan fase penyesuaian menuju pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Industri asuransi jiwa sedang bergerak ke arah portofolio yang lebih berfokus pada produk proteksi yang memberikan nilai perlindungan nyata bagi nasabah,” kata President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo kepada Bisnis, Selasa (10/3/2026).
Dia menyebut justru di tengah dinamika daya beli masyarakat, Sun Life Indonesia melihat kebutuhan terhadap perlindungan finansial terus meningkat, terutama untuk proteksi jiwa dan kesehatan.
Secara kinerja, Albertus berujar perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang solid. Hingga akhir 2025, pendapatan premi tumbuh sebesar 51% secara tahunan. Di sisi lain pembayaran klaim juga tetap menjadi prioritas utama Sun Life Indonesia.
Dia merincikan, produk proteksi jiwa, perencanaan waris (legacy), dan proteksi pendapatan (income protection) masih menjadi kontributor terbesar terhadap portofolio premi perusahaan.
Menurutnya, produk-produk tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, ditambah dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan serta inflasi biaya medis membuat kebutuhan terhadap solusi perlindungan semakin relevan.
“Karena itu, kami melihat produk proteksi akan tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan industri asuransi jiwa ke depan,” jelas Albertus.
Dia menyebut sejalan dengan kebutuhan itu, perusahaannya juga baru berinovasi dengan meluncurkan produk asuransi Salam Healthier Future Assurance (SHIFA) Essential, yaitu solusi perlindungan berbasis syariah yang dirancang untuk memberikan akses proteksi yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Lebih jauh, Albertus membeberkan strategi perusahaan untuk menjaga dan mendongkrak pendapatan premi pada 2026 ini adalah berfokus pada inovasi produk yang relevan dengan dengan kebutuhan nasabah, khususnya pada solusi proteksi jiwa, kesehatan, dan perencanaan keuangan jangka panjang.
“Selain itu, kami juga memperkuat distribusi multi-channel melalui agency dan bancassurance, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi perlindungan,” ucapnya.
Pada saat yang sama pula, Sun Life terus mendorong literasi keuangan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya perencanaan finansial.





