Kementerian Luar Negeri mengungkap sejumlah tantangan dalam proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang masih berfluktuasi. Proses repatriasi tidak hanya bergantung pada kesiapan logistik, tetapi juga dipengaruhi kondisi keamanan dan kebijakan negara yang menjadi jalur evakuasi.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut pemerintah terus memantau perkembangan situasi di Iran dan kawasan Teluk sejak meningkatnya ketegangan militer di wilayah tersebut. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan berbagai perwakilan Indonesia di negara terkait. Hal ini disampaikannya dalam penyambutan WNI dari Iran pada proses evakuasi pemulangan tahap pertama di area kedatangan internasional, terminal 3, Bandara Soekarno Hatta.
“Sejak terjadinya serangan yang dilancarkan oleh baik Amerika Serikat dan Israel ke Iran maupun dari Iran ke negara-negara tetangga di Teluk kami dari Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi yang sangat erat dengan perwakilan-perwakilan kita yang ada di negara-negara tersebut,” kata Sugiono usai menyambut WNI dari Iran di Bandara Soetta, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan terdapat berbagai variabel yang memengaruhi proses repatriasi WNI. Pemerintah harus mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan, aturan dari otoritas setempat, hingga kesiapan jalur transportasi yang dapat digunakan untuk evakuasi.
Baca juga:
22 WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta
Menurut Sugiono, kondisi wilayah udara yang tidak selalu terbuka. Keterbatasan jalur perjalanan juga menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemulangan harus direncanakan secara cermat.
“Banyak faktor yang menjadi variable di dalam proses repatriasi ini baik itu situasi keamanan setempat kemudian aturan yang dikeluarkan oleh otoritas tempat kemudian juga logistiknya, jalur-jalur evakuasinya negara mana yang wilayah udaranya terbuka mana yang tertutup, perjalanan mana yang harus dilakukan dan sebagainya,” ujar Sugiono.
Selain itu, pemerintah harus berkoordinasi dengan sejumlah negara yang dilalui selama proses evakuasi, baik melalui jalur udara maupun darat. Dalam beberapa kasus, jalur udara dapat ditutup akibat situasi keamanan sehingga evakuasi harus dilakukan melalui negara tetangga sebelum diterbangkan ke Indonesia.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah memastikan proses pemulangan WNI terus dilakukan secara bertahap. Kementerian Luar Negeri mengimbau WNI di Iran yang ingin mengikuti repatriasi ke Tanah Air untuk dapat segara mengurus prosesnya.
Pemerintah telah memulangkan 22 WNI dari Iran melalui gelombang pertama evakuasi pada hari ini. Kemudian, 10 WNI lainnya dijadwalkan tiba pada esok hari di area kedatangan internasional terminal 3 Bandara Sorkarno Hatta, Rabu 11 Maret 2026 pukul 18.00 WIB.




