jpnn.com, SLEMAN - Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep kembali melanjutkan Safari Ramadan dengan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/3).
Tiba saat berbuka puasa, Kaesong dan Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali langsung menjalankan salat maghrib berjamaah.
BACA JUGA: Sekjen PSI Anggap Langkah Menjaga Hutan Bukan Urusan Duniawi Semata
Setelahnya pimpinan pondok pesantren, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq, langsung menawarkan makanan khas Yogyakarta, yakni sate klatak.
"Itu sate klatak yang tidak pakai bumbu, enak itu sate klatak," ungkap Gus Muwafiq.
BACA JUGA: Gabung ke PSI, Nina Bahtiar Siap Perkuat Struktur Partai di Jawa Barat
Kaesang Pangarep mengatakan sate dengan tusukan dari jeruji roda sepeda motor ini memang enak.
"Sate klatak yang pakai jeruji itu enak. Makanan Yogya enggak ada yang gak enak," ucap Kaesang.
BACA JUGA: PSI Kecam Serangan AS & Israel ke Iran, Minta Semua Pihak Menahan Diri
Ahmad Ali menyatakan, kalau ke Yogyakarta, tidak afdol jika tidak makan sate klatak.
"Ya itu tradisi itu. Kalau tidak makan sate datang ke sini, itu berarti kan belum nyampe itu,” ucap Ahmad Ali.
Menurut Ahmad Ali, kunjungan ini adalah salah satu agenda PSI untuk bersilahturahmi dengan para kiai, ulama, dan para tokoh agama.
"Kunjungan kita hari ini ke Yogya ini merupakan rangkaian silaturahmi ke pondok dalam rangka safari Ramadan, bertemu dan meminta nasehat para kiai,” ucap Ahmad Ali.
Pondok Pesantren Minggir merupakan lembaga pendidikan Islam yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pesantren ini dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang menekankan pembinaan akhlak, pendalaman ilmu agama, serta pembiasaan hidup sederhana dalam tradisi pesantren salaf. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif




