Jakarta: Dokter spesialis penyakit dalam Waluyo Dwi Cahyono menyarankan pemudik yang mengemudi kendaraan mengupayakan tubuh dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan. Kemudian, beristirahat setiap dua jam selama perjalanan, agar tidak terlalu lelah dan bisa berkonsentrasi selama berkendara.
"Kalau mengemudi, setiap dua jam harus istirahat," kata Waluyo dalam acara Halodoc Talks bertajuk "Transitioning Safely: Managing Ramadan Health Risks During Eid Festivities" di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga :
Pemerintah Jamin Stok Pangan dan Energi Aman di Tengah Konflik GlobalPemudik dengan penyakit seperti diabetes yang butuh rutin minum obat, menurut dia, harus tetap disiplin minum obat selama dalam perjalanan. "Kalau dia mengkonsumsi obat, walaupun di dalam perjalanan, obat tetap harus dikonsumsi," ungkap Waluyo.
Ilustrasi mudik lebaran. Foto: MI
Dokter Waluyo mengatakan pasien diabetes juga harus makan tepat waktu. "Kalau masa kerja obat delapan jam, ya delapan jam harus makan. Kalau tidak, nanti bisa hipoglikemia," ujar Waluyo.
Menurut dia, semua jenis makanan pada dasarnya boleh dikonsumsi oleh pasien diabetes, tetapi porsinya harus diukur sesuai dengan kebutuhan kalori. Dia menekankan pentingnya mengatur makan dan istirahat untuk menjaga kesehatan selama perjalanan mudik lebaran. Pemudik disarankan untuk beristirahat, tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan, kalau tubuh sudah lelah.




