Cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat menjelang Idulfitri. Namun, di saat dompet sedang tebal, masyarakat justru harus ekstra waspada.
Pasalnya, momentum ini terbukti menjadi masa panen bagi para sindikat penipu di ruang digital. Penyedia identitas digital, VIDA, menyebut fenomena ini dengan istilah "THR Season is Scam Season" (Musim THR adalah Musim Penipuan).
VIDA mengungkapkan serangan penipuan siber saat ini tidak lagi tersebar secara acak atau sekadar merespons celah teknis. Sebaliknya, kejahatan siber telah menjelma menjadi industri (Industrialized Fraud) yang tersinkronisasi secara akurat dengan kalender finansial masyarakat.
Hal ini diungkapkan dalam peluncuran laporan terbaru bertajuk "VIDA 2026 Southeast Asia Digital Identity Fraud Outlook". Laporan tersebut menyoroti satu temuan kunci: Serangan penipuan selalu terpusat pada momen likuiditas finansial dan tingginya tingkat kepercayaan pengguna (liquidity and trust events).
Chief Operating Officer VIDA, Victor Indajang, menjelaskan siklus pencairan THR di tahun 2025 menjadi contoh paling nyata. Momentum ini menciptakan gelombang konsentrasi penipuan terbesar sepanjang tahun yang disebut sebagai "THR Super-Spike".
"Kami menemukan ada masa-masa tertentu yang menjadi pusat konsentrasi usaha scam. Contoh yang paling terlihat adalah di bulan Ramadan atau menjelang Lebaran, saat pembagian THR, bonus, dan persiapan mudik," ungkap Victor di Jakarta, Selasa (10/3). "Banyak penipu mengambil kesempatan memanipulasi masyarakat dengan modus phishing, social engineering, pengiriman APK, sampai yang canggih menggunakan manipulasi AI seperti Deepfake."
Berdasarkan data gabungan VIDA, aktivitas fraud tidak datang dalam satu lonjakan tunggal, melainkan berupa gelombang terencana yang mengikuti tonggak pencairan dana nasional:
H-14 Lebaran: Penipuan mulai meningkat saat proses pencairan THR Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) dimulai.
Tanggal Pencairan Resmi: Lonjakan penipuan saat dana mulai ditransfer dan pengguna aktif menanti notifikasi bank.
Akhir Bulan: Serangan menargetkan tenggat waktu THR sektor swasta yang beririsan dengan siklus gajian reguler.
Temuan analitis VIDA ini diamini secara tegas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arifiyadi, menyatakan tren pelaporan penipuan digital selalu mengalami lonjakan tajam pada momentum-momentum hari besar.
Berdasarkan data internal Komdigi, lebih dari 1.700 laporan penipuan siber yang masuk setiap harinya ke layanan CekRekening.id dan AduanNomor.id. Mayoritas dari kasus tersebut menimpa masyarakat yang melakukan transaksi jual-beli online.
"Pola laporan di masyarakat itu meningkat dan sifatnya bergantung pada momentum, biasanya menjelang Lebaran, Natal, dan libur sekolah," papar Teguh. "Modusnya macam-macam, biasanya kalau libur Lebaran dan libur Natal, laporannya terkait traveling dan tiket palsu."
Kampanye VIDA #JanganAsalKlikMerespons ancaman fraud yang kian presisi, pertahanan siber tak cukup hanya mengandalkan teknologi pelacakan. Selain memberikan solusi keamanan berlapis untuk menahan gempuran lonjakan fraud, VIDA juga meluncurkan kampanye edukasi #JanganAsalKlik.
Kampanye Public Service Announcement ini menjadi pengingat sederhana agar masyarakat berhenti sejenak, menekan ekspektasi, dan memverifikasi setiap tautan atau notifikasi yang masuk ke ponsel mereka —terutama saat tanggal gajian atau momen pencairan THR tiba.





