Awas Scam Jelang Lebaran, VIDA Ungkap Momen THR Cair Jadi Puncak Penipuan Siber

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat menjelang Idulfitri. Namun, di saat dompet sedang tebal, masyarakat justru harus ekstra waspada.

Pasalnya, momentum ini terbukti menjadi masa panen bagi para sindikat penipu di ruang digital. Penyedia identitas digital, VIDA, menyebut fenomena ini dengan istilah "THR Season is Scam Season" (Musim THR adalah Musim Penipuan).

VIDA mengungkapkan serangan penipuan siber saat ini tidak lagi tersebar secara acak atau sekadar merespons celah teknis. Sebaliknya, kejahatan siber telah menjelma menjadi industri (Industrialized Fraud) yang tersinkronisasi secara akurat dengan kalender finansial masyarakat.

Hal ini diungkapkan dalam peluncuran laporan terbaru bertajuk "VIDA 2026 Southeast Asia Digital Identity Fraud Outlook". Laporan tersebut menyoroti satu temuan kunci: Serangan penipuan selalu terpusat pada momen likuiditas finansial dan tingginya tingkat kepercayaan pengguna (liquidity and trust events).

Chief Operating Officer VIDA, Victor Indajang, menjelaskan siklus pencairan THR di tahun 2025 menjadi contoh paling nyata. Momentum ini menciptakan gelombang konsentrasi penipuan terbesar sepanjang tahun yang disebut sebagai "THR Super-Spike".

"Kami menemukan ada masa-masa tertentu yang menjadi pusat konsentrasi usaha scam. Contoh yang paling terlihat adalah di bulan Ramadan atau menjelang Lebaran, saat pembagian THR, bonus, dan persiapan mudik," ungkap Victor di Jakarta, Selasa (10/3). "Banyak penipu mengambil kesempatan memanipulasi masyarakat dengan modus phishing, social engineering, pengiriman APK, sampai yang canggih menggunakan manipulasi AI seperti Deepfake."

Berdasarkan data gabungan VIDA, aktivitas fraud tidak datang dalam satu lonjakan tunggal, melainkan berupa gelombang terencana yang mengikuti tonggak pencairan dana nasional:

Temuan analitis VIDA ini diamini secara tegas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arifiyadi, menyatakan tren pelaporan penipuan digital selalu mengalami lonjakan tajam pada momentum-momentum hari besar.

Berdasarkan data internal Komdigi, lebih dari 1.700 laporan penipuan siber yang masuk setiap harinya ke layanan CekRekening.id dan AduanNomor.id. Mayoritas dari kasus tersebut menimpa masyarakat yang melakukan transaksi jual-beli online.

"Pola laporan di masyarakat itu meningkat dan sifatnya bergantung pada momentum, biasanya menjelang Lebaran, Natal, dan libur sekolah," papar Teguh. "Modusnya macam-macam, biasanya kalau libur Lebaran dan libur Natal, laporannya terkait traveling dan tiket palsu."

Kampanye VIDA #JanganAsalKlik

Merespons ancaman fraud yang kian presisi, pertahanan siber tak cukup hanya mengandalkan teknologi pelacakan. Selain memberikan solusi keamanan berlapis untuk menahan gempuran lonjakan fraud, VIDA juga meluncurkan kampanye edukasi #JanganAsalKlik.

Kampanye Public Service Announcement ini menjadi pengingat sederhana agar masyarakat berhenti sejenak, menekan ekspektasi, dan memverifikasi setiap tautan atau notifikasi yang masuk ke ponsel mereka —terutama saat tanggal gajian atau momen pencairan THR tiba.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Telusuri Aliran Dana Gratifikasi Batu Bara ke Japto Soerjosoemarno
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Potensi Dividen Jumbo PTBA, AADI, ITMG, UNTR di Tengah Gejolak Harga Batu Bara
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tak Setuju THR Dipotong Pajak, Pekerja: Enggak Bisa Lihat Warga Senang, Semua Dipajakin
• 12 jam lalukompas.com
thumb
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol TB Simatupang, Penumpang Wanita Terjepit
• 16 jam laluokezone.com
thumb
DPR Gelar Fit and Proper Test Calon DK OJK Besok
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.