Penjualan ritel pada Februari 2026 diproyeksikan mengalami peningkatan baik secara tahunan maupun bulanan. Peningkatan ini mencerminkan mulai menguatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang periode Ramadan dan persiapan Hari Raya Idul Fitri.
Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 yang diperkirakan mencapai 233,5. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 6,9 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 223,6 atau tumbuh 5,7 persen yoy.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan kenaikan penjualan ritel didorong oleh meningkatnya penjualan di sejumlah kelompok barang.
Pertumbuhan paling menonjol terjadi pada kelompok suku cadang dan aksesori yang naik 13,6 persen yoy. Selain itu, perlengkapan rumah tangga lainnya juga meningkat 4,9 persen yoy, serta subkelompok sandang yang tumbuh 8,4 persen yoy.
Secara bulanan, kinerja penjualan ritel juga diperkirakan membaik. Pada Februari 2026, penjualan eceran diproyeksikan tumbuh 4,4 persen secara bulanan (month to month/mtm), berbalik dari bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi 2,7 persen mtm.
"Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat saat Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H," kata Denny dalam keterangan resminya, Selasa (10/3).
Peningkatan penjualan tercatat di hampir seluruh kelompok barang. Beberapa di antaranya adalah kelompok peralatan informasi dan komunikasi yang naik 2,5 persen mtm, bahan bakar kendaraan bermotor 4,7 persen mtm, serta subkelompok sandang yang tumbuh 9,6 persen mtm.
Dari sisi harga, Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan cenderung menurun, namun berpotensi meningkat dalam enam bulan mendatang.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 yang berada di level 153,9, lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 175,7. Penurunan ini sejalan dengan normalisasi harga setelah periode HBKN Idulfitri 1447 H.
Sementara itu, IEH pada Juli 2026 diperkirakan mencapai 157,1, sedikit lebih tinggi dibandingkan Juni 2026 yang berada di level 156,3. Kenaikan tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang tahun ajaran baru.




